Curahan hati seorang wanita


1338570566_6697fb2eec2

Aku tak mengerti

Aku tak mengerti kenapa? Aku tak mengerti sikapmu kepadaku.

Aku tak tahu apa salahku? Aku tak tahu apa yang membuatmu bersikap seperti itu kepadaku.

Setiap kali aku mencoba tuk menghubungimu. Kau bersikap dingin kapadaku. Seolah aku adalah pengganggu dalam hidupmu.

Hatiku sakit. Karena kau membuatku seolah menjadi wanita murahan.

Hatiku benci, karena sikapmu selalu begitu padaku.

Aku hanya ingin berbicara denganmu. Aku hanya ingin berteman denganmu. Namun karena masa lalu kita. Kau melemparku begitu saja.

Apa salahku kepadamu? Kenapa kau seperti ini kepadaku. Kau bilang kau tak ingin melukaiku. Tapi kau melukaiku dengan sikapmu. Apa kau benar-benar mencintaiku dulu. Atau kau hanya kasihan kepadaku dulu. Pertanyaan itu selalu mencul dalam benakku. Kau selalu bersikap baik pada wanita lain. Tapi kau selalu menjauh dariku. Kau menjadi laki-laki untuk wanita lain. Tapi kau menjadi penakut dihadapanku. Kenapa? Dan Kenapa?

Kau berani menjemput wanita lain dengan mudahnya, tapi kau takut menjemputku. Kau berani keluar berdua dengan wanita lain, tapi kenapa kau selalu menolak ketika jalan denganku? Apa yang salah dengan diriku. Kau tak tahu betapa dulu aku sangat menginginkan dirimu bersikap seperti kau bersikap kepada wanita lain. Aku selalu menunggu. “Nek,kita jalan yuks?”, “nek tak jemput yaa?” , “nek aku main kerumahmu yaa” tapi tak pernah sekalipun kau lakukan. Untuk main kerumah saja, kau selalu membawa teman, dan itu pun jika aku memintamu untuk datang.

Kau tak menghubungiku, kau bilang kau takut menyakitiku, hingga kau memilih pergi dari hidupku. Tapi sikapmu menunjukkan lain dengan ucapanmu. Kau menempatkan aku menjadi orang yang salah, dan tak berharga untuk siapapun. Benar ku tahu kau membenci sikapku yang sekarang. Tapi seharusnya kau bilang.

Ingat saat ramadhan dulu. Ketika aku ingin cerita kepadamu, karena kamu lama membalas chatku, aku gak jadi cerita dan bilang “males”. Kata itu sering aku gunakan dengan teman-temanku. Mereka menyikapinya dengan biasa, namun kamu malah marah gak jelas, dan bilang aku sombong, keras kepala. Menghina kamu, dan bilang gak mau dihubungi ma q lagi.  Kamu jahat mengatakan itu padaku. Selain itu saat aku cms kamu terakhir kali, aku hanya bersapa dan menanyakan kabarmu, kau malah menjawab dengan jawaban yang membuat aku marah. Apa kamu tidak terlalu sensitive kepadaku? Apa aku thu pengganggu yang sellau membuatmu marah? Aku lelah dengan sikap dinginmu.jika aku punya salah padamu, harusnya kau bilang padaku. Bukan bersikap seperti ini. Apa salahku padamu? Hingga kau seperti ini padaku. Lebih baik kau bilang kepadaku, hingga aku punya alas an untuk menghilang dari hidupmu jika kau menginginkanku pergi, dan tak membuatku menjadi orang yang jahat seperti ini. Satu hal yang ingin ku kau tahu. Aku tak pernah menyesal mengenalmu. Karena kau mengajariku banyak hal termasuk cinta dan pershabatan.. terima kasih..

 

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s