ARCETYPE


Makalah ARCETYPE

Ini Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Psikologi Kepribadian 1

Dosen Pembimbing :Mohammad Jamaludin,M.si

 Disusun Oleh

Indra Rakhmawati      (10410108)

 

JURUSAN PSIKOLOGI

FAKULTAS PSIKOLOGI

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG

 

BAB 1

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

Setiap individu  memiliki kepribadian yang berbeda beda dan memiliki archetype yang berbeda-beda pula. Terkadang individu bisa memiliki beberapa jenis archetype  hal itu tergantung bagaimana individu menghadapi masalah yag ia hadapi. Apakah ia menghindar atau menghadapi masalah itu dengan berani.

Dalam kesempatan kali ini pemakalah mencoba untuk membandingkan archetype dua individu yang memiliki profesi pekerjaan yang berbeda. Melalui metode observasi dan interview kita bisa membandingkan archetype yang dimiliki individu tersebut dan juga bisa melihat kemampuan individu tersebut dalam menghadapi masalah yang dia hadapi.

  1. Rumusan Masalah
  2. Apa saja jenis-jenis archetype?
  3. Apa archetype yang dimiliki subjek pertama dan kedua?
    1. Tujuan
    2. Mengetahui jenis-jenis archetype
    3. Mengetahui archetype yang ada pada subyek yang diinterview

BAB 11

PEMBAHASAN

Archetype

Tak sadar kolektif berisi image dan bentuk fikira yang banyaknya tak terbatas,tetapi Jung memusatkan diri pada image dan bentuk fikiran yang muatan emosinya besar, yang di namakan Archetype (dinamkan juga domina, primordial image,image,imago,mitologic image, atau pola tingkah laku ). Mewakili atau melambangkan peluag munculnya jenis persepsi dan aksi tertentu. Mereka memiliki kekuatan yang sangat besar, kekuatan pengalaman manusia yang berusia ribuan tahun.

Archetype yang muncul pada pengalaman awal manusia membentuk pusat komplek yang mampu menyerap pengalaman lain kepadanya. Archetype “kekuatan” misalnya ; sepanjang sejarah manusia telah dihadapkan dengan kekuatan alam yang dasyat,arus sungai ,air terjun, banjir, badai,petir, kebakaran hutan, gempa bumi,dan lain-lain. Nenek moyang kita pada enerasi yang manapun mengagumi kekuatan dan berkeinginan kuat untuk  menciptakan dan mengontrol kekuatan. Sikap terhadap kekuatan lintas generasi itu akhirnya menjadi unsur yang ikut diturunka dalam proses kelahiran, dalam bentuk arsetip kekuatan.bayi yang baru lahir telah memiliki predisposisi untuk mengagumi kekuatan dan hasrat untuk menciptakan dan mengontrolnya. Archetype ibu menghasilkan gambaran tentang ibu dalam tak sadar kolektif yang kemudian di identifikasikan dengan ibu yang senyatanya. Dengan kata lain bayi mewarisi konsepsi mengenai ibu yang bersifat umum ( yang sudah terbentuk ratusan generasi sebelumnya), yang akan ikut menentukan bagaimana bayi mempersepsi ibunya. Jadi persepsi bayi pada ibunya di tentukan oleh Archetype Ibu dan pengalaman nyata bayi tersebut dengan ibunya. Kedua factor itu berpadu secara harmonis,karena Archetype merupakan kumpulan pengalaman universal yang cocok dipakai siapa saja.

Jung mengidentifikasi berbagai Archetype ; lahir,kebangkitan (lahir kembali) kematian, kekuatan, magi, uniti, pahlawa, anak, tuhan, setan, orang bijak, ibu pertiwi,binatang,dll. Diantaranya yang paling penting dalam membentuk kepribadian dan tingkah laku adalah; persoa,anima-animus,shadow, dan self. Ke empat Archetype  ini telah berkembang jauh da sering dipandang sebagai system terpisah dalam kepribadian.

 

Jenis Archetype

The Innocent

Individu dengan archetype innocent adalah individu yang melihat dunia sebagai tempat yang aman dan nyaman untuk hidup, mereka percaya bahwa dunia penuh dengan kebaikan dan keadilan. Oleh karena itu mereka sangat mudah percaya pada orang lain, karena merasa bahwa semua orang adalah baik. Harapan, kenaifan dan optimistik adalah ciri khas dari individu innocent, mereka sadar bahwa kebahagiaan datang dari menghidupkan hal-hal sederhana.Jika dihadapkan pada masalah, mereka biasanya akan menghadapinya dengan berpikir positif, atau melihat sebuah masalah sebagai sebuah kesempatan. Menyelesaikan dengan strategi tradisional, misalnya mencari ahlinya untuk mencari tahu apa yang harus dilakukan, sementara tetap berpegang pada kepercayaan bahwa masalah pasti terselesaikan, dan kepercayaan bahwa akan ada orang lain yang bersedia membantu menyelesaikan masalah. Individu dengan archetype innocent cenderung memperhatikan kebaikan, apa yang dapat dipercaya dan bermanfaat dalam hidup dan dalam diri orang lain, dan mereka melupakan adanya sisi bahaya, ancaman dari orang lain, dan bagaimana sulit dan kerasnya hidup untuk orang lain.Tipe kepemimpinan innocent adalah mereka sangat baik dalam memberikan inspirasi pada orang lain, dapat mengidentifikasi kesempatan dengan baik, mempertahankan keriangan dan semangat dalam memimpin.Kebutuhan dasar: adalah untuk tetap mempertahankan harapan, walaupun dalam keadaan sesulit apapun. 

The Orphan

Individu dengan archetype orphan adalah individu yang akrab dengan masalah dan tragedi,sehingga mereka sangat terbiasa dan mengetahui dengan pasti bagaimana bertahan dari masalah, dan kekecewaan dalam hidup. Oleh karena itu mereka biasanya merasa hidup adalah tidak mudah, demikian pula hidup orang lain, sehingga mereka biasanya mempunyai empati yang tinggi akan orang-orang yang membutuhkan bantuan atau yang sama keadaannya dengan mereka. Jika dihadapkan pada masalah, mula-mula mereka akan berpikir bahwa ini dia masalah yang memang akan selalu datang pada mereka, hal ini memicu perasaan putus asa, atau bahkan sebaliknya akan memberikan kepercayaan diri bahwa ini adalah sesuatu yang biasa terjadi sehingga orphan biasanya percaya bahwa mereka sudah sangat tanggap dalam menghadapi situasi buruk. Kemudian orphan akan mengartikulasi masalahnya dengan teliti dan jelas, menekankan bahwa ini adalah sesuatu yang harus diselesaikan karena jika tidak akan menjadi masalah yang lebih serius, dan pada akhirnya akan bekerja dan berusaha sendiri maupun dengan orang lain untuk mendapatkan perhatian dari orang yang biasa menyelesaikan masalah tersebut. Menyadari bahwa tidak semua masalah dapat diselesaikan, orphan akan berusaha untuk menolong orang lain dalam coping dengan masalah yang dihadapi.Tipe kepemimpinan orphan adalah realistis akan apa saja yang dapat diselesaikan, tidak akan menjanjikan sesuatu yang tidak mampu diselesaikan, selain itu mereka baik dalam mengidentifikasi masalah, dan menyampaikan masalah yang sedang terjadi. Sebagai pemimpin, orphan akan menjadi pemimpin yang penuh empati, namun tidak akan membiarkan mereka menggunakan alasan-alasan untuk lari dari tugas.Kebutuhan dasar: adalah untuk mengantisipasi kesulitan sehingga dapat membuat masalah atau kesulitan itu berlalu dari hidup, dan juga kebutuhan untuk dilihat sebagai individu yang realistis, kuat dalam bertahan menghadapi masalah apapun, sehingga biasanya orphan sangat menghindari kesan naïf dalam diri dan kesan rentan akan dimanfaatkan dan ditipu.

The Warrior

Individu dengan archetype warrior adalah individu yang berusaha untuk menunjukkan apa artinya dan bagaimana jika seseorang mempunyai keberanian sejati, dan kemauan. Biasanya orang-orang dengan archetype warrior mempunyai atau berkeinginan untuk mempunyai kemampuan untuk membela idealisme yang dianut, untuk membela diri sendiri, sesama, dan melakukan apapun untuk sukses, terlepas dari perasaan takut dan lelah yang harus dihadapi, seorang warrior akan berusaha mencapai tujuan tersebut. Warrior sangat menikmati kompetisi. Jika dihadapkan pada masalah, warrior akan langsung menghadapi masalah tersebut, dan melakukan pembelaan, dalam melihat sebuah masalah, warrior mempunyai kecenderungan untuk mengidentifikasi musuh atau antagonis yang dilihat sebagai penyebab masalah, dan warior akan merencanakan untuk mengalahkan musuh tersebut dengan mengembangkan strategi. Tipe kepemimpinan warrior adalah selalu memastikan adanya tujuan akhir atau gol dan bagaimana implementasinya dalam pencapaian gol tesebut, memotivasi tim untuk memberikan yang terbaik. Kebutuhan dasar: adalah berkompetisi, orientasi tujuan atau berjuang dan berkemauan mencapai tujuan dengan mengembangkan strategi, menghindari kekalahan, atau menjadi pengecut, berjuang memberikan yang terbaik dari diri. Warrior selalu ingin dilihat sebagai seseorang yang kuat, kompeten, berkemauan dan terkontrol, serta mereka menghindari untuk terlihat lemah, dan rapuh. 

The Caregiver

Individu dengan archetype caregiver adalah individu penuh dengan cinta dan kepedulian dalam membantu sesamanya, individu dengan archetype ini melihat sesamanya dengan sisi kebaikan, menyayangi, dan memaafkan. Mereka biasanya membuat dunia menjadi tempat lebih aman dan lebih nyaman untuk semua orang. Dalam relasinya dengan orang lain, mereka cenderung berperilaku seperti orang tua yang penyayang, membuat lingkungan yang sehat, aman dan nyaman untuk sesama. Dalam menolong, caregiver memberikan yang terbaik sehingga terkadang mereka melupakan batas diri mereka, menyepelekan kondisi fisik mereka untuk menolong sesama. Keinginan menolong mereka yang tinggi, kadang mengakibatkan ketergantungan dari korban. Jika dihadapkan pada masalah, caregiver akan focus untuk mencari siapa korban yang terluka, dan akan melakukan apapun yang dapat dilakukan untuk menolong si korban. Biasanya mereka akan menyediakan kenyamanan dan bimbingan emosi, menenangkan, membimbing, dan membangun situasi dan hubungan yang terpelihara dan nyaman.Tipe kepemimpinan caregiver adalah mereka mempunyai kekuatan yang luar biasa dalam menjaga siapapun yang mereka pimpin, mereka mempunyai kemampuan natural untuk memberikan servis terbaik, karena rasa menyayangi dan peduli akan orang lain, karena itu caregiver akan sangat mudah memenangkan kepercayaan dari berbagai pihak.Kebutuhan dasar: adalah dilihat sebagai seseorang yang royal, peduli, dan baik, menghindari untuk terlihat egois, dan mementingkan diri sendiri. Mengekspresikan rasa sayang, peduli, menolong, memelihara, dan membuat perubahan yang baik bagi sesamanya.

The Seeker

Individu dengan archetype seeker adalah individu yang mandiri, berjiwa petualang, dan senantiasa mengetahui bagaimana memenuhi keinginan dirinya, selalu mencari pengalaman baru, menguji batas diri atas apa yang mungkin ditemukan dan dilakukan. Biasanya seeker menghindari konformitas, mencari identitas dan jati diri sesungguhnya dari diri, dan berusaha memaksimalkan potensi diri, berambisi, apapun tujuan yang ingin dicapai, seeker akan mengutamakan pengembangan diri, dan penemuan diri dalam mencapai tujuan tersebut. Jika dihadapkan pada masalah, seeker mempunyai kecenderungan untuk lari meninggalkan masalah mereka. Namun seeker adalah individu yang baik dalam mengamati sekitar dan mencari ide-ide baru, atau pendekatan-pendekatan dalam menyelesaikan masalah tersebut, memberikan solusi baru yang berbeda dalam menyelesaikan sebuah masalah. Sebagai seorang pemimpin, seeker adalah seorang individu yang sangat mandiri, dan individualis, berjiwa petualang, sehingga bersedia menerima dan mencoba ide-ide baru, juga memberikan orang lain privasi dan otonomi selama itu tidak disalahgunakan dan tetap menunjukkan hasil. Kebutuhan dasar: adalah mencari sesuatu yang baru, unik, dan eksotis, terus melihat jauh ke depan, menemukan apa yang belum terpuaskan dalam diri, dan menjadikan ketidakpuasan itu sebagai motivasi, dan bekal untuk melanjutkan petualangan mencari hal-hal baru. Kebutuhan untuk menjadi unik, berbeda dan tidak biasa.

The Lover

Individu dengan archetype lover adalah individu yang penuh dengan cinta untuk orang lain dalam hidupnya, membalas afeksi sesama dengan cinta yang lebih, dan menikmati kegiatan-kegiatan menyayangi dan berbagi cinta, baik terhadap anak-anak, hewan, keindahan, maupun benda. Lover juga sangat pandai dalam menciptakan suasana yang romantis, dan indah, dimana situasi dan suasana menjadi terasa spesial. Lover berbeda dengan caregiver, karena cinta dan sayang yang diekspresikan oleh lover adalah rasa cinta dan sayang terhadap sesama terlepas dari apakah orang tersebut membutuhkan atau tidak, bukanlah rasa cinta dan sayang terhadap seseorang yang membutuhkan. Jadi, dapat disimpulkan bahwa caregiver cenderung menuangkan rasa sayangnya kepada orang yang dianggap membutuhkan. Jika dihadapkan pada masalah, lover akan memberikan perhatian pada kualitas dari hubungan, bagaimana sebuah hubungan telah dihadapkan pada situasi yang buruk, dan lover biasanya akan mencari cara bagaimana untuk memperbaiki hubungan tersebut dengan komunikasi, atau membantu sebagai pendengar apa yang mengganggu sebuah hubungan, kemudian akan kembali berusaha mengembalikan hubungan yang baik. Selain itu biasanya lover juga cenderung membuat orang yang sedang menghadapi masalah untuk menjadi seseorang yang lebih menarik, dan lebih baik, karena lover percaya bahwa semua masalah dapat dipecahkan jika saja orang dapat membuka hati mereka, kembali bergaul dan mencintai lebih lagi. Tipe kepemimpinan lover adalah karismatik, penuh gairah atas apa yang dipimpinnya, jika lover mencintai pekerjaannya maka akan timbul antusiasme yang besar, sehingga orang yang dipimpinnya akan terpicu untuk bekerja lebih keras dan mendapatkan kepuasan atas pekerjaan tersebut. Pemimpin dengan archetype lover juga pandai untuk membuat tim menjadi solid, dan berteman. Kebutuhan dasar: adalah mengekspresikan cinta, melihat semua hal dengan kacamata cinta, dilihat sebagi individu yang menarik secara fisik dan dalam segala aspek, sehingga dicintai banyak orang.

The Destroyer

Individu dengan archetype destroyer adalah individu yang mengerti bagaimana mengatasi sebuah kehilangan dengan kerelaan, dan kembali maju melanjutkan hidup. Individu dengan archetype ini juga tanpa kesulitan yang teramat, dapat menyingkirkan kebiasaan-kebiasaan lama, aktivitas-aktivitas lama yang dianggap sudah tidak produktif atau memenuhi lagi. Dengan kata lain, individu dengan archetype destroyer adalah individu yang mengerti kapan harus melepaskan sesuatu, mengambil tindakan keras untuk mengakhiri sesuatu, meniupkan peluit ketidakadilan, dan memusnahkan sesuatu yang dianggap sudah tidak produktif dan berguna lagi. Jika dihadapkan pada masalah, terutama yang menghancurkan, dan membutuhkan kerelaan untuk melepas, pertama-tama destroyer juga merasakan ketakutan dan kebingungan, memicu pertanyaan-pertanyaan mendalam dan mendasar mengenai sebuah masalah. Namun, biasanya individu destroyer pada akhirnya akan mencoba mengeluarkan kebijaksanaan atas apa yang terjadi, untuk mengubah sesuatu yang bisa dirubah dan menerima sesuatu yang tidak dapat dirubah, membuka diri atas perubahan lewat pengalaman baik pengalaman baik maupun pengalaman buruk. Jika destroyer mengidentifikasi ada yang salah, maka mereka biasanya cenderung akan mengambil alih peran untuk membuat perubahan, kadang individu ini juga merasa ingin mempertahankan sesuatu, namun hal tersebut dipertimbangkan ulang dan jika dianggap lebih baik melepaskan, individu ini akan memilih untuk melepaskan. Tipe kepemimpinan destroyer adalah mempunyai kemampuan yang baik dalam reorganisasi sebuah kelompok atau organisasi, mengakhiri program yang tidak menghasilkan, memecat karyawan yang tidak produktif. Kebutuhan dasar: adalah menyelesaikan masalah dan membiarkan hal tersebut lewat menjadi masa lalu, membuat perubahan dari sebuah masalah yang dihadapi. Individu dengan archetype destroyer biasanya ingin dilihat sebagai seseorang yang kuat, sehingga biarpun sedang mengalami masa sulit, biasanya destroyer tidak akan berbagi dengan orang lain, dan akan menyimpannya sendiri.

 

The Creator

Individu dengan archetype creator adalah individu yang penuh dengan imajinasi dan aspirasi, dan kemampuan diri creator biasanya mendukung individu dengan archetype creator untuk merealisasikan imajinasi, kreatifitas, dan aspirasinya dengan kemudahan. Individu ini biasanya mempunyai saat-saat dimana ide mengalir begitu saja, dan kreatifitas menjadi hal yang tidak sulit dan tanpa usaha untuk dikeluarkan dalam menghasilkan sesuatu. Individu ini juga biasanya mempunyai selera estetik yang berkembang dengan baik, dan dikelilingi oleh benda-benda yang mencerminkan selera tersebut sebagai bentuk ekspresi diri. Melihat hidup sebagai pekerjaan seni, dimana creator akan menghindari hal yang biasa, dangkal, dan akan memenuhi kepuasan diri dengan caranya, walaupun dengan cara tersebut kadang tidak dimengerti oleh orang lain. Jika dihadapkan pada masalah, creator akan mencari inspirasi secara garis besar bagaimana untuk meredakan masalah tersebut, memutuskan apa yang harus dibuat untuk mengembalikan semua ke keadaan yang baik, atau harus memilih langkah inovatif lainnya dalam menyelesaikan masalah tersebut. Atau cara lainnya adalah mengubah fokus diri dari masalah dengan mengambil proyek atau pekerjaan yang membutuhkan kreativitas, sementara memegang kepercayaan bahwa jawaban dari masalah akan datang dengan proses, sehingga selama proses tersebut, biarkan creator menghasilkan sesuatu dengan kemampuannya. Tipe kepemimpinan creator adalah individu yang berjiwa pengusaha, inovatif, dan tidak terikat pada norma atau aturan keras dan ekstrim lainnya.Kebutuhan dasar: adalah merealisasikan sesuatu yang inovatif, dari kreatifitas dan inspirasi diri, menciptakan sesuatu untuk diri sendiri, maupun orang lain. Terlihat sebagai seseorang yang praktikal, dan dipercaya mempunyai kemampuan untuk membuat sesuatu yang dibutuhkan dunia. Jadi biasanya creator akan menghindari melakukan sesuatu yang tipikal, dan biasa.

The Ruler

Individu dengan archetype ruler adalah individu yang akan mengambil alih sesuatu hal jika dilihat sesuatu telah berantakan dan tidak terkontrol, sehingga individu mengambil kontrol atas situasi tersebut. Seperti pemimpin yang baik, ruler akan mengutamakan apa yang baik untuk orang-orang yang mengikutinya, mengembangkan rasa tanggung jawab diri dalam menciptakan kondisi yang menguntungkan setiap orang. Mereka biasanya percaya bahwa sistem masyarakat yang teratur dan sehat tidak terjadi begitu saja, butuh seseorang yang bersedia bertanggung jawab atas terciptanya hal tersebut. Ruler tidak saja bersedia menjadi orang tersebut, namun juga mengumpulkan orang lain dan membimbing serta melatih mereka untuk membantu individu tersebut dalam mewujudkan keteraturan sistem yang tidak terkontrol. Jika dihadapkan pada masalah, ruler akan mencoba menyelesaikan masalah sesuai dengan aturan, prosedur, dan sistem yang berlaku, tidak hanya berpikir bahwa masalah tersebut harus diselesaikan, namun juga masalah yang serupa dan juga menghindari terjadinya masalah serupa di masa yang akan datang. Sebagai penanggung jawab, ruler akan memonitor jalanannya penyelesaian masalah, dan juga menghindari terjadinya situasi yang lebih rumit dan lebih buruk terutama dikarenakan orang-orang yang dipimpinnya. Sebagai pemimpin, ruler sangat baik dalam meletakkan struktur, aturan, dan prosedur pada wilayahnya sehingga lebih teratur dan efisien. Individu dengan archetype ruler juga baik dalam jaringan sosialisasi, dan proses penyelesaian sebuah proyek. Individu ini baik dalam tanggung jawab sekalipun dihadapkan pada tugas atau situasi yang tidak menyenangkan. Kebutuhan dasar: adalah mengambil alih dan kontrol, serta menyelesaikan sebuah masalah atau proyek. Individu ruler ingin dilihat sebagai individu yang dapat memimpin secara natural, dimana pada akhirnya orang-orang akan dengan sukarela menjadi pengikut, menghindari diri supaya terlihat lemah, dan rapuh, dan menghindari melakukan sesuatu yang terlalu tegas atau keras.

The Magician

Individu dengan archetype magician adalah individu yang karismatik, dan mempunyai kemampuan natural seakan-akan dapat menyembuhkan dan menenangkan sesuatu yang terpecah belah, menyatukan orang-orang di balik sebuah visi yang sama, dan visi tersebut masih dalam batasan real. Individu magician percaya bahwa struktur kesadaran yang memegang kendali atas apa yang terjadi dalam hidup, biasanya sangat memegang teguh pada kesadaran diri, doa, meditasi, dan metode tertentu lainnya dalam mempertahankan dan mencapai tujuan diri. Pada dasarnya, individu magician percaya bahwa kejadian buruk mungkin saja dialami atau diketahui oleh manusia, yang terpenting adalah bagaimana manusia dengan kecerdasannya mencoba mengerti dengan cara menyeimbangkan antara pikiran, alam, dan roh. Jika dihadapkan pada masalah, hal pertama yang akan dilakukan oleh individu ini adalah mengubah cara bersikap, memperluaskan prespektif diri, dan menyesuaikan sikap diri untuk menciptakan efek yang dapat mengubah keseluruhan sistem. Individu ini juga biasanya langsung menggambarkan situasi atas sebuah masalah, dan memikirkan bagaimana caranya untuk membantu dengan solusi selama solusi tersebut dipercaya tulus dan baik, maka magician percaya masalah akan dapat diselesaikan. Tipe kepemimpinan magician adalah mempunyai kemampuan untuk memberikan energi pada orang lain dengan cara menginspirasikan mereka untuk jujur dan mengetahui apa mimpi dan tujuan terdalam dan sejati yang ada dalam diri, dan bagaimana bekerja sama untuk mengeluarkan mimpi dan tujuan tersebut menjadi nyata, seperti contoh tokoh Martin Luther King Jr.. Individu magician juga baik dalam mempertahankan fleksibilitas dari struktur dan perilaku tanggung jawab dan respon dari bawahannya. Individu dapat membentuk kerjasama yang sinergis dimana keseluruhan lebih baik daripada beberapa. Kebutuhan dasar: adalah mempunyai visi, dan bekerjasama bagaimana mewujudkan visi tersebut menjadi realitas. Individu Magician selalu ingin dilihat sebagai individu yang berkarisma dan mempunyai visi, namun juga sedikit misterius dan tidak tertebak.

The Sage

Individu dengan archetype sage adalah individu yang tidak hanya mempunyai banyak pengetahuan, namun juga bijaksana, individu ini mempunyai rasa keingintahuan dan senang sekali memikirkan sesuatu, berjuang untuk memberikan opini pada suatu hal dengan meminimalisir bias diri atas opini tersebut, berusaha sebaik mungkin untuk menjadi obyektif dan seadil-adilnya dalam melihat dan memikirkan sesuatu. Motivasi yang mendasari individu ini adalah kelaparannya atas kebenaran. Individu ini sangat tanggap melihat suatu pola yang terjadi dari sebuah kejadian atau hal, mereka sadar dan memperhatikan jika terjadi kesalahan atau hilangnya sebuah logika, atau alasan yang mendasari sebuah hal. Individu ini menyadari bahwa kebenaran tidak akan dapat diketahui secara keseluruhan, namun mereka tetap berjuang mencari kebenaran yang relatif, individu ini juga biasanya mempunyai pembawaan yang tenang dan tidak sembrono. Jika dihadapkan pada masalah, sage akan mencari tahu bagaimana orang lain menyampaikan masalah tersebut, berdasarkan hal tersebut sage akan mencari tahu bagaimana proses terbaik yang mungkin dapat digunakan untuk memikirkan masalah tersebut supaya terpecahkan, mencari jawaban, dan akhirnya mangambil langkah penyelesaian. Setelah itu sage akan melihat kembali proses penyelesaian tersebut dann melakukan evaluasi. Tipe kepemimpinan sage adalah tipe analisa, perencana, evaluasi, dan membuat keputusan terencana yang baik, saat yang lainnya panik, sebagai pemimpin sage tetap dapat bertindak hati-hati, menangkap gambaran besar, berpikir jauh ke depan, dan mengetahui apa yang harus dilakukan. Sage mempunyai kemampuan untuk membawakan ketenangan dalam suasana panik, dan dibawah kepemimpinan sage, semua kejadian berjalan maju ke depan, terukur dengan baik, dan disadari dengan baik bahwa hal yang benar telah dilakukan dengan jalan yang benar.

Kebutuhan dasar: adalah memenuhi keingintahuannya yang besar atas sebuah kebenaran, memberikan opini dan cara pandangnya atas sesuatu. Selain itu sage juga ingin dilihat sebagai individu yang pintar, dan tanggap dalam mempersepsikan sesuatu, sehingga sage menghindari untuk terlihat tidak peduli terhadap sesuatu.

The Jester

Individu dengan archetype jester adalah individu yang selalu terlihat senang, lucu, dan menyenangkan jika jester ada di sekitar, jester biasanya yang memicu suasana senang terjadi dalam hidup untuk orang-orang sekitar. Mengajarkan pada orang-orang bagaimana untuk menikmati waktu sekarang, menjadi senang, dan menikmati hidup, walaupun sedang dalam situasi sulit dan tegang. Sementara orang-orang mengalami rasa takut dan cemas akan perubahan yang harus mereka hadapi dalam hidup, jester merasakan adanya rasa senang dan semangat yang teramat sangat atas perubahan tersebut. Jester biasanya menyampaikan sesuatu dengan humor, karena Jester sangat menikmati dan puas jika membuat orang lain tertawa, namun terkadang untuk keadaan tertentu, hal tersebut tidak dapat diterima oleh orang lain. Jika dihadapkan pada masalah, Jester berpikir dari luar kotak, mempunyai trik-trik dan manuver-manuver bagaimana membuat orang lain membantu jester untuk menyelesaikan masalah tersebut. Namun dalam diri jester, individu juga mencari jalan untuk menghadapi masalah tersebut, namun biasanya jalan tersebut adalah jalan yang menyenangkan hati individu, misalnya memesan makanan favorit supaya dapat bekerja semalaman suntuk. Tipe kepemimpinan jester adalah baik dalam menyelesaikan kontradiksi, dan masalah dalam sebuah sistem, namun jester tidaklah merasa nyaman menyadari bahwa dirinya adalah pemimpin. Sehingga karena hal ini biasanya jester mempunyai kecenderungan untuk mengabaikan bawahan, dan tanggung jawabnya sebagai seorang pemimpin. Kebutuhan dasar: adalah bagaimana menyenangkan hidup dan orang lain, membuat susanan lebih hidup dan penuh dengan humor. Jester ingin dilihat sebagai individu yang menyenangkan, lucu, sehingga individu jester menghindari untuk terlihat membosankan.

 

 

PROFESI

Definisi Profesi:

Profesi merupakan kelompok lapangan kerja yang khusus melaksanakan kegiatan yang memerlukan ketrampilan dan keahlian tinggi guna memenuhi kebutuhan yang rumit dari manusia, di dalamnya pemakaian dengan cara yang benar akan ketrampilan dan keahlian tinggi, hanya dapat dicapai dengan dimilikinya penguasaan pengetahuan dengan ruang lingkup yang luas, mencakup sifat manusia, kecenderungan sejarah dan lingkungan hidupnya; serta adanya disiplin etika yang dikembangkan dan diterapkan oleh kelompok anggota yang menyandang profesi tersebut.

Tiga (3) Ciri Utama Profesi

1. Sebuah profesi mensyaratkan pelatihan ekstensif sebelum memasuki sebuah profesi.

2. Pelatihan tersebut meliputi komponen intelektual yang signifikan.

3. Tenaga yang terlatih mampu memberikan jasa yang penting kepada masyarakat.

Tiga (3) Ciri Tambahan Profesi

1. Adanya proses lisensi atau sertifikat.

2. Adanya organisasi.

3. Otonomi dalam pekerjaannya.

Tiga Fungsi dari Kode Etik Profesi

1. Kode etik profesi memberikan pedoman bagi setiap anggota profesi tentang prinsip profesionalitas yang digariskan.

2. Kode etik profesi merupakan sarana control sosial bagi masyarakat atas profesi yang bersangkutan;

3. Kode etik profesi mencegah campur tangan pihak diluar organisasi profesi tentang hubungan etika dalam keanggotaan profesi

Etika terbagi atas 2 bidang besar

1. Etika umum

  • Prinsip;
  • Moral.

2. Etika khusus

  • Etika Individu;
  • Etika Sosial.

Etika sosial yang hanya berlaku bagi kelompok profesi tertentu disebut kode etika atau kode etik.

Kode Etik

Kode etik adalah sistem norma, nilai dan aturan profesional tertulis yang secara tegas menyatakan apa yang benar dan baik, dan apa yang tidak benar dan tidak baik bagi profesional. Kode etik menyatakan perbuatan apa yang benar atau salah, perbuatan apa yang harus dilakukan dan apa yang harus dihindari.

Tujuan kode etik agar profesional memberikan jasa sebaik-baiknya kepada pemakai atau nasabahnya. Adanya kode etik akan melindungi perbuatan yang tidak profesional.

 

Profesionalisme

Profesionalisme adalah suatu paham yang mencitakan dilakukannya kegiatan-kegiatan kerja tertentu dalam masyarakat, berbekalkan keahlian yang tinggi dan berdasarkan rasa keterpanggilan –serta ikrar untuk menerima panggilan tersebut– dengan semangat pengabdian selalu siap memberikan pertolongan kepada sesama yang tengah dirundung kesulitan di tengah gelapnya kehidupan (Wignjosoebroto, 1999).

Tiga Watak Kerja Profesionalisme

1. kerja seorang profesional itu beritikad untuk merealisasikan kebajikan demi tegaknya kehormatan profesi yang digeluti, dan oleh karenanya tidak terlalu mementingkan atau mengharapkan imbalan upah materiil;

2. kerja seorang profesional itu harus dilandasi oleh kemahiran teknis yang berkualitas tinggi yang dicapai melalui proses pendidikan dan/atau pelatihan yang panjang, ekslusif dan berat;

3. kerja seorang profesional –diukur dengan kualitas teknis dan kualitas moral– harus menundukkan diri pada sebuah mekanisme kontrol berupa kode etik yang dikembangkan dan disepakati bersama di dalam sebuah organisasi profesi.

Menurut Harris [1995] ruang gerak seorang profesional ini akan diatur melalui etika profesi yang distandarkan dalam bentuk kode etik profesi. Pelanggaran terhadap kode etik profesi bisa dalam berbagai bentuk, meskipun dalam praktek yang umum dijumpai akan mencakup dua kasus utama, yaitu:

a. pelanggaran terhadap perbuatan yang tidak mencerminkan respek terhadap nilai-nilai yang seharusnya dijunjung tinggi oleh profesi itu. Memperdagangkan jasa atau membeda-bedakan pelayanan jasa atas dasar keinginan untuk mendapatkan keuntungan uang yang berkelebihan ataupun kekuasaan merupakan perbuatan yang sering dianggap melanggar kode etik profesi; dan

b. pelanggaran terhadap perbuatan pelayanan jasa profesi yang kurang mencerminkan kualitas keahlian yang sulit atau kurang dapat dipertanggung-jawabkan menurut standar maupun kriteria profesional.


BAB III

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil

Subyek 1

Subyek pertama ini adalah seorang yang memandang hidup sebagai sebuah permainan, dan ia adalah pemainnya.sebagai seorang pemain dia harus memiliki skill dan professional. Dia sangat menghormati ibunya. Baginya semua perintah dari ibunya harus dilaksanakan. Dia seseorang yang kreatif dan juga imajinatif. Dalam menghadapi suatu masalah ia selalu melihat masalah itu sebagai nikmat bukan sebagai ujian. Ia selalu melihat bagaimana situasi permasalahan itu dan menempatkan dirinya sesuai situasi. Dia selalu mengoreksi dirinya dalam menghadapi masalah, melihat seluk beluk masalah dan mengambil keputusan penyelesaian yang tepat dalam permasalahan itu. Dalam menghadapi masalah ia meyakini bahwa Tuhan tidak akan memberi ujian kepada hambanya melebihi kemampuan hambanya, dan ia sangat yakin bahwa dirinya mampu.

Dia seseorang yang menyukai suatu tantangan,baginya tantagan adalah hal yang menarik yang harus ia coba. Sikap seorang leader ada dalam dirinya, seorang leader pasti menyukai tantangan. Mengayomi orang lain dan juga membimbing. Setidaknya sampai saat ini ia masih mengayomi anggota organisasi yang ia ikuti. Begitu banyak organisasi yang ia ikuti, aktivitas organisasi,ia mulai sejak duduk di bangku SMA, yang bergabung dalam organisasi agama yang bernuansa NU.selanjutnya di bangku kuliah ia mengikuti organisasi yang bernuansa agama juga.

Dalam hubungan antar individu, ia tidak menyukai adanya konflik, dan juga tidak ingin mempunyai musuh. Dalam pandangan ia, seorang yang menjadi musuh sekarang, mungkin saja suatu saat akan menjadi partner yang mendorongnya maju dikemudian hari, sehingga ia tak pernah menganggapnya musuh.

Pembahasan

Berdasarkan pandangan hidup (w1,s1,1) kita bisa melihat pandangan hidup seseorang seperti apa. dari pandangan hidup bisa kita lihat secara garis besar seperti apa kepribadian orang tersebut. Pada s1 memandang hidup seperti permainan,. Bisa disimpulakan bahwa keduanya memiliki pandangan hidup yang positif,optimis sehingga bisa  Dikategorikan dalam archetype Innoncent, yang mana archetype ini hidup dalam optimis dan positif.dan juga archetype lover, yang mana bisa kita lihat dari caranya menghormati Ibunya.

Dalam menghadapi masalah (w1,s1,2) s1 memiliki beberpa langkah, mulai dari sadar diri, memposisikan diri,dan intropeksi diri. S1 mampu berfikir jernih, mempunyai keyakinan yang tinggi, sehingga bisa dikategorikan dalam archetype Warrior, Destruyer dan sage.

(w1,s1,3;4;5) berdasarkan jawaban no 3,4, & 5 menunjukkan adanya sikap kepemimpinan dalam dirinya, ia mampu mengayomi orang lain, menyukai tantangan, mempunyai pemikiran yang imajinatif,kreatif dan juga mampu memiliki impian pada masa depannya, sehingga bisa dikategorikan dalam archetype Cargiver, Ruler,Creator, Magician   dan juga Jester.

Hasil

Subyek 2

Subyek kedua ini adalah seseorang yang memandang hidup sebagai hal yang menyenangkan namun tetap harus berjuang di dalamnya. Dalam menghadapi masalah yang datang dalam kehidupanya, dia selalu mencoba untuk berfikir jernih sebelum mengambil keputusan untuk menyelesaikannya. Ia menginvestigasi setiap masalah yang datang, mencari peluang yang tepat dan selanjutnya ia bertawakal kepada Allah untuk hasil terakhirnya. Ia sangat berhati-hati dalam mengambil tindakan dan menjadikan semua permasalah sebagai pengalaman yang berharga.

Dia merupakan tipe orang yang menyukai kedamaian,dan humoris, ia bisa menjaga keharmonisan dalam suatu hubungan,jika terjadi kesalahan dengan seseorang ia tidak cepat marah melainkan mencoba untuk menumbuhkan kesadaran dalam setiap idividu. Dia pandai mempengaruhi orang lain dan suka menolong sesama, namun dalam menolong seseorang ia harus memastikan bahwa jika ia menolong tidak akan timbul masalah baru. Ia tidak bayak menuntut dan selalu berfikir bebas. Dalam beberapa periode ia mngikuti organisasi bahkan disebagian organisasi itu ia menjadi seorang pemimpin dan juga menjadi anggota struckural. Namun Ia tidak suka dengan tantangan baru, baginya tantangan yang ia temui bukan hal yang baru, namun pengulangan dari tantangan yang sebelumnya. Baginya tantangan baru adalah tantangan yang mana dalam menghadapinya ia tidak memiliki bekal atau tidak mengetahui apa-apa tentang tantangan itu, jadi aia berangkat dari nol. Dalam hidupnya yang sekarang ia telah merasa puas dengan hidup yang dijalaninya hingga ia tak mempunyai impian lagi, hal itu mungkin karena factor usia, karena merasa sudah tua dia tak berfikir tentang mimpi lagi, ia hanya mengikuti alur kehidupannya.

Pembahasan

Berdasarkan pandangan hidup (w1,s1,1) kita bisa melihat pandangan hidup seseorang seperti apa. dari pandangan hidup bisa kita lihat secara garis besar seperti apa kepribadian orang tersebut. Pada s2 memandang hidup sebagai sesuatu yang menyenagkan. Bisa disimpulakan bahwa dia memiliki pandangan hidup yang positif,optimis sehingga bisa  Dikategorikan dalam archetype Innoncent, yang mana archetype ini hidup dalam optimis dan positif.

(w2,s2,2;5;8) dari jawaban ketiga pertayaan ini kita bisa mengetahui bagaimana ketika ia menghadapi masalah. Ia mampu berfikir jernih, memahami situasi, melakukan investifigasi kepada masalah itu. Sehingga bisa dikategorikan kedalam archetype Warrior dan Distroyer.

(w2,s2,4;6;9) dari jawaban ini kita bisa mengetahui bahwa ia menyukai organisasi, pernah menjadi pemimpin disebagian organisasi yang ia ikuti, memiliki kepedulian antar sesame dan juga mampu menjaga hubungan baik dengan orang lain. Sehingga bisa dikategorikan dalam archetype Cargiver, lover, magician, dan jester.

Lampiran 1

Riwayat hidup

Subyek 1

Nama                                       : Amir Muzaqi

Alamat                                    : Banyu Mas

Tempat/Tanggal lahir              : 28 Desember 1985

Jenis kelamin                           : Laki-laki

Pendidikan

SD                                           : MI Miftahul Huda  ds.selandaka kec. Sumpluh Kab,Banyu Mas.

SMP                                        : SMP 1 kec. Sumpluh Kab,Banyu Mas

SMA                                       : SMA 1 Kebumen Jateng

UNIVERSITAS                     : FH U.Brawijaya

Pengalaman Kerja                  : 1.analisis hokum di sebuah kantor pengacara di Jl,Jakarta Malang

2.Owner Elqute

Subyek 2

Nama                                             : Ahmad Robieth Al-Faroh, SH

Alamat                                          : Sumenep Madura

Ttl                                                 : 5 Januari 1985

Umur                                             : 26 thn

Riwayat pendidikan

SD                                                 :SDN Bangselok III Sumenep Madura

SLTP                                             :SLTP Al-Ibrohimy Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo

SMA                                             :MA Al-Ibrohimy Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Ma’had Aly Al-Ibrohimy Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo

Universitas                                    : Sarjana Universitas Jember Fakultas Hukum.

Pengalaman kerja                          :1. Guru Staf SMA Plus Miftahul Ulum Sumenep Madura mata pelajaran Bahasa Arab,

2.Dosen tetap STAI Miftahul Ulum Suemenep Madura mata kuliah Hukum Tata Usaha Negara, Filsafat Hukum, Kepala Cabang BMT UGT Sumenep Kota.             

Lampiran 2

Subjek 1

No Pertanyaan Jawaban Hasil Interpretasi Keterangan
1 Bagaimana pandangan anda tentang hidup?

Kalo kita melihat dalam segi agama, mengatakan bahwa Innal hayatul dunnya. Yang artinya hidup itu seperti permainan, dan kita dianjurkan untuk bermain didalamnya.jika kita tidak bisa bermain,maka kita akan dipermainkan.dan saat kita menjadi pemain kita harus memilki skill dan professional. Pemain professional itu layaknya kita melihat sepak bola dengan pemain yang baik,namun kita tidak hnya utuh baik tapi kita juga butuh professional. Seperti halnya juga saat kita mengambil filsafatnya syek siti jenar  bahwa sebenarnya kehidupan ini sebenranya dipersiapkan untuk kehidupan yang akan dating,

Satu hal lagi,apa yang tidak rasional,pola implementasi.dalam petuah Nabi dikatakan sapa yang harus dihormati didunia ini..?ibu,ibu,ibu,ayah. Jadi apapun yang diasosiasikan ibu saya tidak memintanya dan akan melaksanakannya.

Subyek menganggap bahwa hidup ini adalah suatu permainan dan kita adalah orang yang bermain di dalamnyaArchetype Innocent, lover,Pada saat menjawab pertnyaan ini subyek menjawab dengan penuh keyakinan, tanpa ada keraguan.2Jika Anda dihadapkan oleh masalah, bagaimana sikap anda?

Dalam hal penyelesaian maslah saya harus tau beberapa hal.Tau diri dan kondisi Artinya kita harus kita itu sapa,apa,dan kapan. Melepaskan diri untuk input dalam maslah. Artinya kita harus keluar dari masalah itu,memposisikan diri, agar kita bisa menilai masalah itu,mencari seluk beluknya. Ibaratnya jika kita berada dalam suatu ruangan kita harus mencari tau seluk beluk ruangan tersebut agar kita bisa keluar dalam ruagan itu.Mengoreksi diri,Sebagian orang menganggsp masalah adalah sebuah ujian atau cobaan,tapi saya menganggap itu sebagai nikmat.artinya saya harus cepat kembali seprti semula.meyakini kebaradaan tuhan, yakin, dengan begitu saya tidak lekas putus asa.

Tuhan tidak akan menguji Hambnya melebihi kemampuan hambanya. Dan saya yakin saya mampu.keyakinan itu yang mendorong saya untuk kluar dari masalah. Saya bukan tipe orang yng suka  konflik,sapa yang kita anggap musuh sekarang mungkin pada periode tertentu ia akan menjadi partnet yang mendorong saya maju.

Dalam menghadapi masalah ada 3 hal yang dilakukan yaitu:

1. Tau diri

  1. Melepaskan diri

3. intropeksiArchetype Warrior, Destroyed,jester, sage,Dalam menjawab pertanyaan ini subjek menjawabnya dengan yakin dan panjang lebar.3Apakah anda suka tantangan?

Sebenarnya dalam sebuah kehidupa karena banyak waktu,saya pikir yang lebih bisa survive siapapun dia,dia yang mempunyai jiwa leader maka ia akan suka tantangan,menurut saya tantangan adalah hal yang menarik.artinya jika itu hal yang menarik kenapa tidak kita lakukan.

Tantangan adalah suatu hal yang menarik, lalu kenapa kita tidak melakukannya.Archetype seeker,Cargiver,Subyek menjawab dengan keyakinan4Apakah anda pernah ikut organisasi?Saya memulai organisasi sejak dari SMA.Kuliah dikembangkan sampai sekarang saya masih mengayomi . secara organisasi saya senang hal-hal yang komplek,dan saya tidak suka birokrasi ,alasannya 1. Karna saya ingin berkembngan. 2. Birokrasi Indonesia sangat buruk,birokrasi itu sebuah system. Dan system itu berantai, jadi jika tidak diubah total dari atas sampai kebawah tidak akan bisa.

Subyek menyukai organisasi bahkan dia sudah memulai organisasi sejak SMA.Archetype magician, jester,Subyek tampak senang dalam menjawab pertnyaan ini5Sudah berapa lama Pekerjaan di rental?

Mendirikan rental ini bersama mas fauzi, rencananya saya membantu disni selama dua tahun,setelah itu akan dikelolah mas fauzi sendiri.kedepannya saya harus memiliki ekomoni yang mapan sendiri.

Usaha mendirikan renta ini bekerjasama dengan m.Fauzi. dan ia hanya mebantu selama 2 tahun.Archetype creator, ruler,Subyek sedikit canggung dalam memberi jawaban pertanyaan ini.

Subyek 2

No Pertanyaan Jawaban Hasil interpretasi keterangan
1 Bagaimanakah pandangan Anda tentang hidup? Hidup itu merupakan hal yang menyenangkan dan harus diperjuangkan namun tetap harus santai dan tenang.

Subyek menganggap bahwa hidup ini sesuatu yang menyenagkanArchetype InnocentSubyek tampak senang dalam menjawab pertanyaan ini2Bagaimana sikap Anda ketika menghadapi masalah?Lakukan investigasi dari permasalan itu terlebih dahulu, cari peluang bagaimana menyelesaikannya dan jika tidak dapat diselesaikan maka bertawakkallah. Jadikan apa yang kita hadapi sebagai pengalaman yang beharga

Dalam menghadapi masalah subyek melakukan investigasi, mencapri peluang, dan bertawakal.Archetype Destroyed, warrior,Subyek tampak biasa-biasa saja dalam menjawab pertanyaan ini3Apakah Anda menyukai tantangan baru?Tidak, karena tantangan yang lama saja sering terulang, dan sebenarnya suatu peristiwa dikatakan sebagai tantangan baru itu karena individu yang mengalaminya berangkat dari pengalaman nol dan ia tidak memiliki bekal untuk menghadapinya.

Subyek tidak menyukai tantangan baru karena menurut dia tidak semua pengalaman itu baru, meungkin hanya pengulangan dari pengalaman yang dulu.Archetype orphanSubyek tampak kurang antusias dalam memberi jawaban4Bagaimana sikap Anda ketika melihat seseorang terkena musibah?Segera ditolong, namun sebelumnya pastikan bahwa msibah itu tidak akan meimbulkan musibah baru.

Subyek masih memikirkan resiko menolong sebelum ia menolongArchetypeSubyek masih berfikir 2 kali5Apa sajakah keahlian yang Anda miliki?

  • Mudah membaca situasi
  • Tenang dalam menghdapi masalah
  • Mudah mengambil keputusan
  • Gambang disengangi orang
  • Orator, yang mudah mempengaruhi orang

Subyek tipe orang yang mudah embaca situasi, mengambil keputusan dan orang yang bisa mempengaruhi orang lain.Archetype magicianSubyek biasa-biasa saja dalam menjawab pertanyaan ini6Bagaimana hubungan Anda dengan keluarga Anda?Saya merupaka tipe orang yang selalu mengisi humor dalam keluarga. Dalam menyikapi jika ada suatu kesalahan dalam keluarga saya, saya tidak ingin marah karena saya ingin menumbuhkan kesadaran dalam setiap individu dalam keluarga. Saya juga tidak banyak menuntut dan saya suka cara berpikir bebas.

Subyek merupakan pe orang yang humoris dan juga mengedepankan keharmonisan hubungan.Archetype lover, jesterSubyek tampak sedikit senang7Apakah Anda mempunyai mimpi? Menjadi apa? Memiliki apa? Dan ingin dikenang sebagai apa?Tidak, saya rasa ketika saya masuk pada usia tua, saya sudah tidak memiliki mimpi apa-apa.

Karena sudah merasa tua subyek tidak mempunyai impian hanya berjalan mengikuti arus kehidupan Subyek biasa-biasa saja dalam menjawab pertanyaan ini8Ketika Anda menghadapi masalah, bisakah Anda tetap berfikir jernih?Tentu saja

Ketka dihadapkan dengan masalah subyek mampu berfikir dengan jernihArchetype destroyedSubyek tampak yakin dalam menjawab pertnyaan ini9Apa Anda menyukai organisasi?Ya. Dalam beberapa organisasi yang saya terlibat di dalamnya, saya menjadi pemimpin di sebagian dan menjadi anggota structural di sebagiannya.

Subyek menyukai organisasiArchetype

MagicianSubyek biasa-biasa saja dalam menjawab pertanyaan ini

DAFTAR PUSTAKA

Alwisol.2009.Psikologi Kepribadian.Malang.UUM Pres

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s