thoharoh


TUGAS STUDY FIQIH

Thoharoh.

AIR MUDHAF

Bolehkah di gunakan untuk berwudhu?

Air merupakan salah satu elemen bumi yang sangat penting. Air sangat bermanfaat bagi kehidupan di bumi, untuk minum,minum, dan juga bersuci. Para ulama membagi air menjadi dua macam.berdasarkan banyak banyak sedikit atau berdasarkan keadaannya, yaitu:

  1. Air Muthlag dan air musta’mal
  2. Air mudhaf

Penguraian

  1. Air Muthlag

Air yang menurut sifat asalnya seperti air yang turun dari langit atau keluar dari bumi: air hujan, air sungai,air telaga, dan setiap air yang keluar dari bumi, salju atau airbeku yang mencair. Air ini suci dan menyucikan.

  1. Air Musta’mal

Jika kita membersihkan najis dari badan, pakaian atau bejana dengan air muthlaq, lalu berpisahlah air bekas basuhan itu, air yang berpisah itu disebut air musta’mal. Air ini najis, dan tidak boleh digunakan untuk bersuci

  1. Air mudhaf

Yaitu air perahan dari suatu benda seperti limau,tebu,anggur,atau air yang Air mudhaf pada asalnya,kemudian bercampur dengan benda-benda lain, misalnya air bunga. Air semacam itu suci tetapi tidak dapat menyucikan najis dan kotoran. Pendapat ini merupakan kesepakatan semua mazhab kecuaili mazhab Hanafi yang membolehkan bersuci dari najis dengan semua cairan,selain minyak,tetapi bukan sesuatu yang berubah karena dimasak.

Semua mazhab, kecuali hanafi, juga sepakat tentang tidak bolehnya berwudhu dan mandi dengan air mudhaf, seperti yang disebutkan oleh ibnu Rusyd di dalam kitab Bidayah Al-mujtahid wa Nihayah al-Muqtashid dan kitab Majma’ al-anhar.

Hanafi berkata: “ seseorang musafir harus  (boleh) berwudhu denagn air perahan dari pohon kurma.”

Hanafi menagmbil dalil atas pendapatnya bahwa air mudhaf boleh digunakan untuk berwudhu, dari ayat Al-Qur’an Al- Maidah:6

 

”Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit[403] atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh[404] perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.”

Menurut Hanafi, makna ayat itu adalah: jika tidak ada air muthlag dan air mudhaf. Maka bertayamumlah. Tetapi jika ada air mudhaf, maka tayamum tidak diperbolehkan. Mazhab lain berdalil tentang ayat ini juga melarang pemakaian mudhaf untuk berwudhu. Mereka berkata bahwa kata al-ma’u di dalm ayat itu maksudnya air muthlag saja, tidak mencakup air mudhaf. Dengan demikian, maksud ayat di atas adalah “apabila tidak ada air muthag, maka bertayamumlah…”

 

Pendapat saya.

Saya lebih cenderung setuju dengan pendapat mazhab hanafi tentang boleh tidaknya air mudhaf di gunakan untuk berwudhu. Menurut saya berwudhu boleh menggunakan air apa saja yang suci termasuk air mudhaf dalam kondisi darurat. Misal: jika Kita berada dalam sebuah hutan dan tak menemukan air kecuali air mudhaf,menurut saya,air itu bisa kita gunakan untuk berwudhu karna tidak ada air lagi, dan hanya ada air itu. Apa kita akan mengejakan Sholat tampa berwudhu, atau kita bertayamum, padahal di situ ada air,walau itu air mudhaf. dalam al-maidah ayat enam  juga tidak ada kata yang melarang menggunakan air mudhaf untuk berwudhu.dalam ayat tersebut hanya ditemukan kata “Air” tidak di jelaskan secara perperinci jenis air yang dimaksud, sehingga maknanya juga ambigu. Tapi menurut saya, air mudhaf boleh di gunakan untuk berwudhu,jika dalam darurat dan tidak ditemukan air muthlag.tapi jika di temukan air muthlaq, maka kita harus menggunakan air muthlag untuk berwuudhu.jika tidak ada keduanya baru bertayamum.

 

alffara_kyu

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s