destiny


Hari begitu cerah, burung-burung berkicau merdu, dan daun-daun menari-nari bersama angin berhembus.Tuk pertama kalinya Fadil dan Daniel menginjakkan kakinya di kampus baru mereka UGM Jogja. Walau mereka bukan saudarakandung,tapi mereka di besarkan bersama-sama.mereka begitu dekat,sangat dekat. Kemana-mana selalu bersama,berbagi dan semuanya.Namun mereka memiliki kebiasaan dan sifat yang berbeda. Fadil adalah anak yang rajin dan pandai,sedangkan daniel, ia adalah anak yang sukanya main-main dengan hidupnya,tapi berkat fadil, daniel bisa lulus disetiap mata kuliahnya. 19 tahun bersama membuat meraka tak bisa di pisahkan.hingga suatu saat fadilharus observasi keluar kota untuk untuk mengelesaikan tugas dari kampus selama tiga bulan. Dan iya akan meninggalkan Daniel sendirian.

Fadil melakukan observasinya di daerah terpencil.Hampir satu bulan Fadil di daerah itu.Masyarakatpun sudah mulai akrab bersamanya.Selain itu, iya juga sering dibantu oleh anak kepala desa.namanya Sani, Sani juga kuliah.tapi mengambil cuti satu semester karna alasan biaya.Banyak hal yang Fadil dapatkan di desa itu, menyenangkan dan penuh kehangatan. Tak jarang juga Fadil ikut berpartisipasi dalam pembangunan desa, dan membantu kegiatan-kegiatan yang diadakan desa itu. Suatu hari Ketika Fadil sedang dudukbersama warga, ia melihat sesosok pemuda yang sangat ia kenali. Spontan ia langsung menghampiri pemuda itu dan memeluknya.

“Daniel…. Ngapain kamu kesini????” dengan bahagianya Fadil memeluk sahabatnya itu.

“ Akukan kangen ma sohib aku yang satu ini,mangnya gak boleh apa aku kesini.” Daniel  melepaskan pelukan Fadil.

“ Yaa bolehlah, apa sich yang enggak buat kamu, ayo kita kerumah penginapanku.”tampak jelas wajah bahagia Fadil akan kehadiran sahabatnya itu.Fadil membantu membawa barang Daniel.Daniel membaringkan tubuhnya di tempat tidur kecil tuk melepas kelelahannya.Tak beberapa lama kemudian ada yang mengetuk pintu. Daniel membukakan pintu,karna Fadil sedang mandi. Begitu kagetnya dia ketika ia membukakan pintu muncul seorang gadis yang cantik. Daniel bengong sampai gadis itu menyadarkannya.

“ Maaf ‼! Kak fadil nya ada??“ Gadis itu menyadarkan Daniel.

“ Hmmmm Fadil Yaa,….mmmmiya dia ada…..dia lagi mandi.!” Daniel salah tingkah dan Fadil mulai tau kelakuan sahabatnya itu.Dengan segera dia menyapa gadis itu dan menyuruhnya masuk.

“ Masuk San.. gak usah hiraukan dia.” Sambil tertawa Fadil menyuruh Sani Masuk.

“ Oonamanya sani yaa mbak! Kenalin aku Daniel! Sahabat hidup matinya Fadil‼” Daniel mengelurkan tangannya untuk jabat tangan, dan Sani meraihnya.

“ AkuSani, warga sini!” Sani membalas dengan senyum.

“Mari masuk…‼” ajak Daniel.

Sani masuk dan mengobrol dengan Fadil.Dia hanya ingin mengundang Fadil untuk makan malam di rumahnya karna yang mengundang ayahnya.Fadil menyanggupinya, dan Sani pergi.

Daniel tersenyum dan mulai aneh tingkah lakunya.Fadil tau apa yang sedang terjadi dengan temannya itu.

“ Kamukenapa Dan? Kyak orang stress gitu!” goda Fadil

“ Apaansich kamu.‼ mau godain aku. Gak bakal mempan.wekz Tapi Dil kok ada ya gadis desa cakepnya kyak githu.baik lgi.” Wajah daniel mengekpresikan wajah sedang kagumnya.
“ Elomaksir dia Dan?”goda fadil.

“ Kyaknyasich githu,jantungku berdetak hebat saat melihatnya Dil!! Aku juga mendengar suara melodi yang indah di telingaku..apa ini yang namanya cinta. Eh Dil, Kamukan sahabat aku yang paling baik, bantuin donk,biar aku bisa deket ma Sani. Elo kan dah punya Rosa tunangan kamu. Kapan lagi sahabatmu ni punya blendet.ya..ya..ya..!” paksa Daniel.

“iya ya…. Ini ni rang lagi jatuh cinta! Yang susah aku dech.”

Berkat Fadil, Daniel bisa deket dengan Sani. Tiap hari Daniel menghampiri sani dengan berbagai alasan. Satu minggu Daniel mencoba mendekati Sani. Akhirnya dia ingin jujur tentang perasaan pada Sani. Pagi itu Daniel dan Sani pergi ke taman. Dengan mengumpulkan semua keberaniannya, Daniel mengungkapkan perasaannya pada Sani.

“ San! Aku mau bilang sesuatu ma kamu!” wajah Daniel  tampak serius.

“ mau bilang apa kak? Bilang aja, aku dengerin kok!” wajah polos Sani semakin membuat Daniel grogi.

“ Sebenernya Aku….aku….!”

“Iya kakak kenapa?”

“ Aku….aku suka ma kamu San! Sejak pertama kali aku ketemu kamu,aku jatuh cinta ma kamu, dan aku pingin kamu jadi pacar aku, kamu mau gak jadi pacar aku????” Daniel menghembuskan nafasnya.Sani terdiam mendengar ucapan Daniel. Suasana hening seketika. Daniel menuggu jawaban sani. Akhirnya sani mau menjawab.

“ Maafyaa Kak Dan! Aku gak bisa jadi pacar kamu! Aku Cuma menganggap kamu sebagai kakak aku! Maaf yaa!”Sani menundukkan kepalanya dan mulai beranjak pergi.Tapi Daniel mencegahnya.

“ Apa kamu sudah punya seseorang di hati kamu?’’ Daniel menatap wajah Sani yang sedari tadi menunduk.

Dengan berat Sani menjawab,” Iya kak, aku sudah menyukai seseorang?Maaf yaa kak!”

“Siapa orang yang seberuntung itu!Boleh kakak tau!”Daniel mendesak Sani untuk mengatakannya.

“Kak Fadil‼‼‼‼‼ Sani suka ma kak Fadil Kak.! Maaf” Sani berlari meninggalkan Daniel.Daniel pulang dengan wajah sedih dan kecewa.Fadil menghampiri sahabatnya itu.

“ Gimana Dan? Sani nrima Kamu?”Fadil menatap wajah sahabatnya dengan penuh penasaran.

“ Enggak!” Daniel menundukkan kepalanya berusaha menutupi kekecewaannya.

“ Lha kenapa?”

“ Dia menyukai orang lain.” Fadil mengerti sahabatnya itu sedang patah Hati.

“ Yaasudahlah, masih banyak cew di dunia ini. Jangan sedih donk.”Fadil mencoba menghibur sahabatnya itu.

Daniel menatap wajah Fadil dengan sedikit amarah yang membuat Fadil bingung.

“ Kamutau gak, ini pertama kalinya aku jatuh cinta. Dan aku di tolak.Gara-gara kamu!”

Fadil terkejut dengan ucapan Daniel.“ Maksud kamu? Kok jadi aku yang di salahin?”

“ Iya gara-gara kamu! Karna Sani menyukai kamu…puassss‼” Daniel pergi dan masuk kamar dengan amarah.Fadil masih shok dan merasa bersalah.

Seharian Daniel tak mau bicara dengan Fadil. Fadil menemui Sani  untuk menjelaskan semuanya. Fadil datang ke rumah Sani.Dan mengajaknya bicara.

“ Ada apa kak, kok tumben nyari Sani! Ada yang bisa Sani bantu?”

“ Enggak ada kok. Kakak kesini Cuma mau bertanya ama kamu?”

“ Tanya apa kak?”

“Soal Daniel! “

“Oooosoal Kak Daniel yaa!”

“ Kenapa kamu nolak dia! Bukannya selama ini kalian dekat?Lalu knapa?”

“ Maafyaa kak,aku Cuma nganggap dia sebagai kakak aku serndiri.”

“ Apaada orang lain yang kamu suka!” Fadil mendesak Sani untuk bicara.

“Heem!”Sani menjawab dengan sedikit malu.

“ Yaa sudah kalo begitu, itu adalah keputusan kamu, kakak gak bisa memaksa! Kakak pulang dulu yaa!” Fadil mau  pergi, tapi tangannya di pegang oleh Sani. Fadil terkejut dan menatap Sani.

“ Kak Fadil.Apa kakak tak menyukai Sani. Selama ini Sani Suka ama kakak, Sani menunggu kakak buat nembak Sani tapi tak pernah kakak lakukan itu,apa kakak gak suka ma Sani?”Sani menatap Fadil dengan punuh harap.Fadil terkejut dan berusaha menguasai suasana.

“ San‼‼! Kakak suka ama kamu, tapi hanya sebagai adik buat aku.gak lebih. Maaf Yaa! Kakak pergi dulu..‼‼” Fadil pergi meninggalkan Sani yang merasa kecewa dan malu.

Dua Hari kemudian, Sani pergi ke rumah Fadil untuk meminta maaf.Lama Sani disana, bercanda dengan Daniel dan Fadil.Fadil minta ijin untuk pergi ke warung sebentar untuk membeli teh.Daniel dan Sani sendirian di rumah. Tak beberapa lama kemudian ada seseorang yang mengetuk pintu,.Daniel membukakan pintu dan terkejut siapa yang datang. Seorang wanita cantik dengan gaya orang kota berdiri dihadapannya. Spontan Daniel memeluk wanita itu.Sani terkejut meliahat itu.

“ Rossss‼‼ Rosaaa…….kokbias…kok bisa kamu kesini.? Bukannya kamu di Ausi? Kejutan apa hari ni!” Daniel tampak bahagia melihat kedatangan Rosa.

“ Iya.. kemarin aku baru nyampe Jakarta, aku datang kerumah, katanya kalian ada disini. Yaa udah aku samperin.” Rosa melepas pelukan daniel.

“ Tapi kenapa kamu gak bilang dulu.kan bisa aku jemput.‼”

“ Akukanmau bikin supraise buat kalian,makanya aku gak bilang.”

“ Dasar cewek nakal..awasss yaa….. ayo masuk.‼” Daniel membawakan bawaan Rosaa ke dalam.

Sani tersenyum sapa melihat Rosaa.Rosaa duduk di samping Sani.Rosaa memperkenalkan dirinya padi Sani.Keramahan Rosa membuat sani merasa nyaman.Mereka bertiga bercanda dengan senamgnya.Tapi sesaat Rosa sadar klo ada yang kurang, Fadil.

“ Dan….‼‼‼ Fadil mana??” pertanyaan Rosaa memecahkan suasana.Daniel dengan sikapnya yang humoris menjawab pertanyaan Rosaa dengan bercanda.

“ Aduh…aduh… yang dah gak sabar ketemu tunangannya yang Dungu itu‼‼”Sani terkejut mendengarkan ucapan Daniel.

“ apa‼‼ tunangan….‼‼” Rosaa melihat kea rah Sani yang tampak begitu terkejut.Ia menjawab pertanyaan Sani dengan senyumannya. Rosa menggerutui Daniel yang sedang tertawa senang.

“  Apaan sich kamu Dan. Wajar dong, aku nyari Dia. Emangnya Salah…‼”

“ he….he…..he… iya ya bentar lagi juga pulang‼‼.”

Sani terdiam sejenak dan tak keluar sepatah katapun dari mulutnya, sedangkan Rosa dan Daniel bercanda dan saling menolok-olok.

Tiba- tiba ada yang masuk dari pintu.Semunya melihat Fadil datang. Rosa tersenyum melihat kehadiran Sang kekasih, Fadil berdiri di depan pintu seperti orang bengong. Rosa menghampiri Fadil dan Fadil memeluknya.Raut kebahagiaan tampak di wajah Fadil. Lama iya memeluk Rosa dan mencium keningnya. Sani terkejut melihat itu.Dan Dia pamit pulang.Daniel mengejar Sani dan mengantarkannya pulang.Di perjalanan Daniel menceritakan tentang Rosa pada Sani.

“ Kamu belum tau ya. Klo Fadil sudah punya tunangan.!” Sani menggelengkan kepalanya dan diam seribu bahasa.Daniel melanjutkan ceritanya.

“ Rosa adalah teman satu scol kami di Jakarta. Dia dan Fadil sudah pacaran sejak kelas 2 SMA.Kami kemana-mana slalu bertiga.Fadil sangat mencintai Rosa.Apapun dia lakukan untuk Rosa. Setelah lulus kami juga kuliah di satu kampus. Orang tua Rosa dan Fadil sudah setuju dengan hubungan mereka,dan akhirnya mereka bertunangan. Tapi setahun lalu.Rosa jatuh sakit dan di fonis menderita leokimia. Fadil seperti orang stress waktu itu apalagi Rosa minta putus gara-gara itu. Tapi Fadil gak mau.Dia berjanji akan selalu ada buat Rosa. Hubungan mereka dapat di selamatkan.Dan Rosa di bawa berobat ke Ausi oleh ayahnya.Fadil ingin ikut, tapi tak di ijinkan oleh orang tua Rosa.Katanya Iya harus menyelesaikan kuliahnya dulu.Baru dia boleh ikut tinggal di Ausi.Setiap bulan Fadil ke Ausi untuk bertemu Rosa. Cinta mereka sangat kuat, aku salut ma mereka.!”

Sani mendengarkan cerita Daneil dengan serius.Dan dia mulai mengerti dengan kondisi Fadil.

Di rumah Fadil dan Rossa menikmati kebersamaan mereka.Saling mencurahkan kerinduan dan kasih syank.

Pagi Harinya Fadil,Daniel dan Rossa berjalan-jalan mengelilingi kampung.Rosa tampak menikmati suasana desa itu.Raut muka bahagia tampak jelas tertulis di wajahnya.Fadil yang melihat wajah Rosa yang begitu ceria ikut bahagia.Tiba-tiba kaki Rosa terkilir dan membuatnya tak bisa berjalan.Fadil menggendong Rosa sampai rumah.Dari kejauhan, Sani melihat hal itu.Ia langsung berlari hilang tak tampak. sesampainya rumah Rosa tampak pucat.Fadil merasa cemas dan memanggilkan dokter.Dokter menyarankan agar Rosa di rawat di rumah sakit, karna kondisi kankernya yang semakin parah.Tapi Rosa gak mau.Fadil terus membujuk Rosa, tapi tak mau.

Dua hari kemudian, kondisi Rosa semakin parah, tapi Ross merahasiakannya dari Fadil.Sani yang kebetulan mengunjungi Rosa tanpa sengaja melihat Rosa yang sedang muntah darah. Rosa cepat-cepat  menutupinya.

“ Hai San…. Ayo masuk‼! “ Rosa masih tampak panic.

Dengan terus menatapi Rosa, Sani masuk.Mereka berbincang lama sekali, sampai akhirnya Sani mengakhiri pembicaraan dengan meminta Rosa pergi.

“ Maaf yaa kak Ros, aku tau, kamu sangat mencintai Fadil, dan kak Fadil pun juga sangat mencintaimu. Tapi lihat kondisi kamu. Kamu sakit, dan waktu kamu juga gak banyak kan‼‼ “

( Rosa menitikkan air mata ketika mendengarkan ucapan Sani yang barusan).

“ jadi aku mohon dengan sangat ma kamu Kak Ros..‼! tinggalkan kak Fadil. Aku gak mau ketika kamu mati, jiwanya juga ikut mati. Aku gak mau lihat kak Fadil sedih… Maaf atas permohonan aku yang mungkin kan menyakitimu. Aku permisi…‼‼” Sani meninggalkan Rosa sendiri.Seperti hujan yang turun begitu deras, air mata Rosa tak terbendung.Seharian sikap Rosa terasa aneh.Dia lebih banyak diam. Fadil merasa bingung dengan sikap Rosa.

“ Ros… kamu kenapa????? “. Fadil mencoba menanyakan sikap Rosa yang membuatnya khawatir.

“ enggak, aku gak kenapa-napa‼!”

“ beneran…..?”

“ heem”

“ yaa udah kamu istirahat yaa.‼!”

Fadil meninggalkan Rosa di kamar dengan kecupan pada keningnya. Suasana malam hari begitu mencengkam…. Fadil pun tak bisa tidur.Iya menatap Sahabatnya Daniel yang sedang tidur pulas, dan berusaha untuk memejamkan matanya.

Pagi begitu cerah, ketika cahaya matahari mulai terang, Fadil pun bangun. Betapa terkejutnya Dia ketika melihat Rosa keluar dari rumah dan membawa koper.Fadil menghampiri Rosa yang mau naik mobil.

“ Ros…. Kamu mau kemana?” dengan penuh rasa penasaran Fadil memegang tangan Rosa.

Dengan senyum khasnya Rosa mencoba melepaskan tangan Fadil..

“ Fadil…aku harus pergi…‼!”

“ Iyatapi pergi kemana???”

“ Akuharus balik ke Ausi.!”

“ Apa?? Kenapa tiba-tiba.kamu bilang kemarin kamu mau di sini beberapa minggu. Tapi kenapa sekarang kamu bilang mau balik ke Ausi.‼”

“ Fadil….‼ aku harus pulang..‼ aku kembalikan ini padamu‼” Rosa melepaskan cincin pertunangannya.Fadil sangat terkejut.

“ Ros… apa**an ini.Kenapa kamu lepaskan cincin kita?Adaapa sebenarnya.‼” Rosa hanya tersenyum menjawab pertanyaan Fadil.Dan dia mau masuk mobil. Tapi Fadil menarik tangan Rosa dan memeluknya.
“ Ros… jangan lakukan ini padaku‼! Aku mohon! Aku terlalu sayank padamu.Aku gak bisa hidup tanpa kamu.Tolong jangan tinggalin aku. Klo kamu mau kembali ke Ausi aku akan ikut. Aku tak kan biarkan kamu pergi lagi dari aku.‼” Rosa melepaskan pelukan Fadil.

“ Udah cukup Fadil‼ aku gak bisa terus**an di samping kamu, itu hanya akan membuat beban buat kamu, hanya akan menyakitimu. Aku harus pergi.‼!”

“ Ros…sejak kapan kamu berfikir seperti itu! Apa kamu fikir dengan kamu meninggalkan aku, aku bisa bahagia! Enggak Ros klo kamu lakuin itu,berarti kamu membunuh aku sekarang juga. Ros kamu tau betapa besar cinta aku padamu.Kita mau menikah Ros, ingat itu!” Fadil mulai tak bisa mengontrol emosinya.

“ Iyamenikah, klo waktu itu aku masih hidup.” Rosa meneteskan air matanya.

“ Ros…‼!” Fadil menampar Rosa tanpa sengaja.Rosa terkejut dan langsung masuk mobil.Fadil terdiam dan terus melihati tangannya yang baru saja menampar orang yang paling dia sayangi.Daniel yang melihat kejadian itu langsung menghampiri Fadil yang seperti orang bingung.

“ Dil…kenapa sich kamu harus menampar Rosa. Kamu lupa dia tunangan kamu. Kenapa kamu perlakukan ia seperti itu. Aku kecewa ma kamu.‼” Daniel pergi meninggalkan Fadil sendirian.Dan dia ketemu Sani di jalan.

“ Kak Daniel, mau kemana?”

“ Akumau cari angin. Aku muak lihat tingkah Fadil hari ni! Kamu sendiri mau kemana?”

“ Emangnyakak Fadil ngapain kok bikin kakak marah.? Sani mau ketemu kak Rosa.Sani mau minta maaf soal ucapan Sani kemarin, Sani nyesel bilang gitu ma kak Rosa.”

Daniel kaget dan penasaran tentang ucapan Sani.

“ Emangnyakamu bilang apa ma Rosa!”

“ Saniminta kak Rosa buat pergi dari kehidupan kak Fadil.karena Sani tau Kak Rosa gak bakalan hidup lama lagi.”

“ Apa?????? Kamu bilang seperti itu ma Rosa. Kamu thu mikir apa gak sich bilang kayak githu, pantesan saja Rosa ngotot untuk pergi. Semua ni gara** kamu. Tega kamu San!!“ Daniel kesal mendengar ucapan sani.

“ apa‼ kak Rosa pergi?”

“ iya…kamu puas sekarang.jahat banget ya kamu, aku salah nilai kamu!” Daniel meninggalkan Sani dengan amarah.Dia menceritakan semuanya pada Fadil.Fadil semakin menyesal dengan semua yang iya lakukan pada Rosa pagi tadi.Fadil menagis seperti anak kecil.Daniel hanya mencoba untuk menenangkan sahabatnya itu.

Sesaat kemudian, Handphone Daniel berbunyi.Telpon dari mamanya.Mamanya menyuruh Danil dan Fadil pulang ke Jakarta. Karna Rosa dirawat drumah sakit..mereka langsung pulang ke Jakarta. Fadil tak kuasa menahan air matanya.Melihat orang yang dia sayangi terbujur lemas di tempat tidur. Dokter memberitahu kondisi Rosa pada semuanya untuk mempersiapkan hal terburuk yang mungkin akan di alami Rosa. Rosa koma dan belum melewati masa kritis.Fadil mendekati tubuh Rosa.Dan duduk di sampingnya.

Berhari hari fadil menemani Rosa.Dan tak mau pergi sedetikpun.Daniel yang sering marah-marah melihat tingkah sahabatnya itu.Seminggu sudah Rosa koma.Dan keajaiban muncul, Rosa sadar dan mulai membaik.Tapi entah kenapa perasaan Fadil tetap gak enak.Rosa tersenyum melihat Fadil berada di Sampingnya.Fadil mencium kening Rosa.wajah bahagia tampak di wajah Fadil. Tiga hari kemudian Rosa ingin pulang, walaupun sebenarnya tak di ijinkan oleh dokter,Rosa tetep ingin pulang.Fadil merawat Rosa di rumah dengan baik dan penuh kasih syank.

Pagi hari Fadil sudah ada di dekat Rosa untuk menyuapi Rosa sarapan.Entah suasana begitu berbeda hari ini.Tiba-tiba saja Rosa merasa lebih baik dan mengajak Fadil ke bukit Bogor.Awalnya Fadil menolak, tapi bukan Fadil klo iya tidak luluh dengan rayuan Rosa.Hari itu mereka berdua pergi menikmati keindahan Bukit berdua.Penuh dengan kebahagiaan.Tapi tersirat rasa takut pada diri Fadil.Fadil mencoba untuk tak menghiraukan perasaannya itu, dan berusaha untuk tampak bahagia di hadapan Rosa.

Senja mulai datang,tak terasa  matahari mulai tenggelam, memancarkan cahaya mega merah yang begitu indah. Rosa meminta Fadil tuk menggendongnya.Terasa nyaman.Fadil merasakan sesuatu yang membuat dia semakin takut.Fadil terus mengajak Rosa berbicara, dengan lirih Rosa menjawab pertanyaan fadil.

“ Ros… klo kita menikah nanti, kamu mau anak berapa?”

“ akuuuu pingin dua anak.satu cow satu cew.” Dengan air mata yang terus menetes, Fadil terus bertanya pada Rosa.tapi fadil terdiam ketika Rosa mengucapkan sesuatu.

“ Fadil….. akuuuu mau bilang.. aku syank banget ma kamu. Trimakasihh.”  Tangan Rosa Terhempas.  Fadil meneteskan air matanya.Iya terus bertanya, walau Rosa tak menjawabnya lagi. Fadil trus berjalan dan kembali ke vila, dan trus berbicara.

Pemakaman Rosa telah slesai.Tapi Fadil masih di makam itu.Daniel sedih melihat sahabatnya yang terpuruk.Dan dia menajak Fadil untuk pindah ke Amerika untuk memulai hidup baru. Tapi di manapun Fadil berada.kenangan Rosa akan selalu bersamanya.

 

SELESAI

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s