MAWAR PUTIH


Hujan lebat tak kunjung henti, Hana yang sejak tadi mondar-mandir di teras rumah akhirnya berhenti setelah sebuah mobil berhenti di depan rumah Bibi Anna yang berada di depan rumahnya. Hana berlari menghampiri mobil itu tanpa menghiraukan hujan. Dari mobil itu keluar seorang pemuda, dan Hana mengira itu adalah Yul, tapi ternyata itu bukan Yul., pemuda itu menghampiri Hana.

“Hai…kumu Hana kan!”Tanya pemuda itu dengan sopan.

“Benar…!maaf anda siapa ya!”Hana menatap pemuda itu dengan heran.

“Saya Denis, teman kerja Yul ! saya kesini untuk menemui kamu untuk menyampaikan surat ini sekaligus menjemput Bibi Anna.!”Denis memberikan sepucuk surat kepada Hana.

“makasih…! Tapi kenapa Yul tidak datang sendiri?”

“Dia ada tugas dari kantor yang sangat penting, jadi dia tidak bisa datang.ada    pesan yang mau disampaikan untuk Yul !”

“Oh tidak makasih!salam aja buat dia.”

Hana pergi meninggalkan Denis dengan perasaan kecewa, namun dia senang karena Yul menitipkan surat untuknya, dan itu artinya Yul masih peduli padanya.Hana masuk ke kamr dan membaca surat itu.

Dear

Mawarku

Mawar putih yang harum dan indah selalu bersanding menemanimu.

Keindahanmu begitu sempurna hingga ku tak sedikitpun rela tuk melepaskanmu. Mawarku maafkan aku karena ku tak bisa menemuimu saat ini, tapi aku janji tiga tahun kemudian ku akan kembali dan membawamu pergi dan hidup bersamaku Selamanya. Tetapkanlah hatimu untukku selalu, dan yakinkanlah hatimu 

Hana meneteskan air mata setelah membaca surat  itu. Dia sangat bahagia sampai tiada kata yang mampu ucapkan untuk melukiskan kebahagiaannya.

Tiga tahun bukanlah waktu yang singkat, namun tak menbuat Hana lelah tuk menunggu.Dengan menunggu hari itu tiba, Hana melanjutkan kuliahnya yang sempat terhenti di UI (Universitas Indonesia). Hana adalah mahasiswa yang pandai,cantik dan baik.jadi tidak heran jika banyak pemuda yang menyukai dia, namun tak satupun laki-laki yang bisa merebut hatinya dan menggantikan posisi Yul di hatinya.

Hafa salah satunya, meskipun sudah sering kali di tolak Hana, Hafa tak jera tuk mendekati Hana. Hafa tahu semua tentang aktifitas Hana, tak terkecuali tentang Yul.Dia hanya berusaha merebut hati Hana sebelum Yul datang. Di pandangan Hafa, Yul adalah seorang laki-laki bodoh yang tega membiarkan Hana menunggunya selama tiga tahun. Jadi tak jarang jika Hafa sering menjelek-jelekkan Yul di hadapan Hana, sehingga membuat Hana marah.

Tiga tahun berjalan dengan cepat, hari dimana yul akan datang, tinggal tiga hari lagi. Hana mempersiapkan semuanya untuk bertemu Yul, bahkan dia rela tidak tidur semalaman untuk menyelesaikan syal putih yang ia buat untuk Yul.

Hari bahagia itu pun tiba, Hana sengaja tidak masuk kuliah untuk menunggu Yul. Hal itu membuat Hafa marah, karena tak biasanya Hana bolos kuliah. Sejak tadi pagi Hana menunggu Yul, tapi sampai hari mulai petang Yul tak kunjung datang. Hana masuk kedalam rumah dengan perasaan sedih. Sesaat  kemudian seseorang mengetuk pintu, Hana bergegas membukakan pintu dan berharap itu Yul. Namun ternyata bukan Yul tapi Hafa.

“Hafa….! kamu kok ada disini !”Tanya Hana bengan nada kecewa.

“Aku salah ya datang kesini! Oya..ya..seharusnyakan yang mengetuk pintu ini Yul bukan aku.padahal aku hanya ingin menanyakan kenapa kamu tidak masuk hari ini. Dan belum aku tanyakan saja, aku sudah tahu jawabannya.  Maaf aku sudah ganggu, aku pulang dulu.”Hafa meninggalkan rumah itu,Hana menatap Hafa dari pintu rumah dengan air mata yang berjatuhan.

Sudah hari kelima Yul tak juga datang. dan selama itu juga Hana tidak masuk kuliah, Hafa jengkel dan nekat kerumah Hana lagi. Disana Hana dan Hafa bertengkar hebat gara-gara Yul. Pertengkaran mereka terhenti setelah sebuah mobil berhenti didepan rumah.Hana tahu itu mobil Denis,  Denis adalah sahabat Yul, dia yang memperkenalkan Yul pada Hana, dan dia juga yang selalu membantu Hana bertemu dengan Yul. Tanpa pikir panjang Hana langsung berlari menghampiri Denis.Hafa mengikuti Hana dari belakang.

“Denissssss..! kali ini Yul datang kan?” dengan nafas yang tersenggah-senggah, Hanabertanya dengan penuh harapan.

“Ikutlah denganku,dan kamu akan temukan jawabannya!”Denis mengajak Hana masuk ke mobil.

“Aku ikut !” paksa Hafa

“Gak….! Kamu gak boleh ikut !”Larang Hana. Hafa pun memaksa untuk ikut, akhirnya mereka bertiga pergi.

Denis mengajak mereka ke sebuah rumah, rumah itu adalah rumah yang sering diceritakan Yul di surat-suratnya.Hana sangat senang melihat rumah itu. Rumah itu persis dengan gambaran yang diceritakan Yul di surat. Pekarangan rumah penuh dengan tanaman bunga-bunga mawar. Denis menberikan kunci rumah itu pada Hana.Hana masuk rumah itu dan melihat banyak mawar putih didalamnya, dinding-dinding bertempelan foto-foto Hana bersama Yul. Di ujung ruangan ada sebuah foto besar terpajang, itu foto Hana saat bersama Yul di Bali.Di bawah foto itu ada seikat mawar putih dan sepucuk surat. Hana membaca surat itu.

Mawarku….! Kau harus tahu bahwa aku sangat menyayangimu tiada yang lain di hatiku. Aku sengaja membangun  Rumah impian ini untuk kita hidup bersama. Tapi ternyata impian itu tak bisa ku penuhi. Bukan mauku tuk meninggalkanmu, tapi takdir yang membuat kita terpisah. Aku tak menyesali takdir itu,tapi sebelum takdir itu datang.Ku ingin mempersembahkan rumah impian yang selalu kita dambakan.Aku membangun rumah

 

Hana terdiam dan tenggelam dalam air matanya, dia begitu syok setelah membaca surat itu. Hafa bingung tentang apa yang terjadi, Hana yang tiba-tiba menangis dan Denis yang sejak tadi selalu menundukkan kepalanya. Hana berjalan menghampiri Denis. Dengan tatapan tajam Hana bertanya apa yang terjadi pada Yul. Denis tak mau buka mulut.

“Denis……! Sekali lagi aku Tanya….apa yang sebenarnya terjadi? Katakan padaku dimana Yul sekarang.?”Hana terus memaksa Denis dan akhirnya Denis mau bercerita.

“Hana…..! aku minta maaf karena aku telah merahasiakan ini darimu. Harusnya sejak dulu aku ceritakan ini, tapi Yul melarangnya. Dan sekarang sudah seharusnya kamu tahu. Sebenarnya sejak tiga tahun lalu, Yul divonis menderita Leokimia. Waktu itu Yul sangat hancur dan tak tahu apa yang harus dia lakukan. Semua dokter telah di datangi, segala pengobatan telah di coba, tapi hasilnya nihil. Tiga tahun Yul bertahan hidup demi kamu, dia melawan mautnya sendiri tanpa kamu disampingnya.Tapi ternyata, Tuhan tak mengizinkannya tuk hidup bersamamu. Hari itu dimana seharusnya Yul bertemu denganmu dan membawamu kerumah ini, Tuhan mengambilnya dari kita semua.!”

Air mata Hana semakin tak terbendung. Dia tak mampu lagi tuk menahan kesedihannya. Hana sangat menyesal karena dia tak ada saat Yul kesakitan, dia tak disamping Yul saat Yul berusaha melawan mautnya sendiri hanya untuk dia, dan dia tak ada untuk memberi Yul semangat hidup. Kini Hana tak bisa berbuat apa-apa untuk menyelamatkan kekasihnya yang telah tiada.

Di pemakaman, Denis dan Hafa membiarkan Hana sendirian.Hana menatap dalam makam Yul, air matanya terjatuh seperti hujan.

“ Yul……! Aku tak tahu apa yang harus aku lakukan sekarang. Aku tak bisa membayangkan bagaimana aku hidup tanpamu,sejak kecil, hanya kamu yang aku punya. Tapi kini, semua orang pergi meninggalkan aku. Aku tak mampu bertahan lagi tanpa hadirmu. Kenapa aku hanya bisa hidup dengan kenangan-kenangan orang-orang yang aku sayangi. Tapi aku janji, aku akan selalu merawat bunga-bunga kita dan takkan ku biarkan mereka layu, karena cintamu akan selalu bersemi dihatiku.

Hana beranjak pergi dengan meninggalkan seikat bunga mawar putih di atas makam Yul. Suasana itu hening seketika setelah Hana pergi.

 

SELESAI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s