contoh study kasus


STUDI KASUS

Beda Fakultas, Beda Gaya Berbusana

30 Maret 2012 | 14:30 WIB |

Liputan6.com, Semarang

Gaya berpakaian selalu mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Hal ini juga dirasakan oleh mahasiswa. Setiap mahasiswa berpenampilan dengan ciri, gaya, dan dandanan yang berbeda-beda. Jika model pakaian dianggap sebagai mode, tentu bagi segelintir mahasiswa Fakultas Teknik yang sudah akrab dengan celana bahan dan kemeja berkerah dianggap sebagai gaya berpakaian yang kuno dan udik.

Sedangkan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah, dengan mudahnya dilihat cukup dari cara berpakaiannya saja. Matching, stylish, dan fashionable. Penampilan bisa menjadi segala-galanya untuk sebagian besar mahasiswa FISIP.

Mahasiswa dalam berpakaiannya mempunyai gaya dan dandanannya masing-masing. Hal tersebut disesuaikan dengan lingkungan serta kebiasaan di sekitar mereka. Dalam hal ini di lingkungan kampus. Melihat gaya serta cara berpakaian dari mahasiswa teknik pasti berbeda dengan mahasiswa FISIP.,,,,

…………………….(contoh ini hanya sebagian yang fara posting… sooo yang lanjutannya pasti dah pada bisa mikir…terimakasi.. atas kunjungannya)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s