Henry Muray


BAB 1

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Henry Murray adalah salah satu tokoh yang sejalumr dengan psikoanalisi Freud. Namun Murray memiliki konsep tersendiri dalam memahami da membedakan kebutuhan-kebutuhan manusia. Pandangan Murray sangat holistic. Manusia harus dipahami ssebagai kepribadian yang utuh. Fokus teori ini terletak pada individu-individu dengan seluruh kompleksitasnya dan segi pandangan ini diringkaskan dengan istilah ”personologi”, yang diciptakan oleh Murray (1983) untuk memberi label bagi usaha-usahanya sendiri dan usaha orang-orang lain yang memiliki keprihatinan mendalam untuk memahami individu secara penuh.

Secara konsisten ia menekankan kualitas organik tingkah laku, dengan menyatakan bahwa satu bagian tingkah laku tidak dapat dipahami terlepas dari semua bagian lainnya dalam pribadi yang berfungsi.

Dalam kesempatan ini pemakalah ingin menggali lebih lanjut tentang teori Henry Muray.

Rumusan Masalah

  1. Bagaimana inti dari teori Henry Murray?
  2. Apa saja struktur kepribadian H.Murray?
  3. Apa saja Dinamika Kepribadian H.Murray?

Tujuan

  1. Untuk mengetahui inti dari teori H.Murray
  2. Mengetahui apa saja yang masuk dalam struktur kepribagian menurut H.Murray
  3. Mengetahui apa saja dinamika kepribadian H.Murray

 

BAB 11

PEMBAHASAN

Pemanfaatan satisfikasi di bidang biologi, praktik klinis, dan psikologi akademik yang di lakukan Henry A. Murray dalam rangka mengembangkan pemikiran teoritikus kepribadian. Fokus teori ini terletak pada individu-individu dengan seluruh kompleksitasnya dan segi pandangan ini diringkaskan dengan istilah ”personologi”, yang diciptakan oleh Murray (1983) untuk memberi label bagi usaha-usahanya sendiri dan usaha orang-orang lain yang memiliki keprihatinan mendalam untuk memahami individu secara penuh. Secara konsisten ia menekankan kualitas organik tingkah laku, dengan menyatakan bahwa satu bagian tingkah laku tidak dapat dipahami terlepas dari semua bagian lainnya dalam pribadi yang berfungsi.

Berbeda dengan banyak teoritikus lain yang memiliki keyakinan ini, bila perlu Murray sungguh-sungguh bersedia melakukan abstraksi agar bisa melakukan memungkinkan berbagai jenis penelitian khusus, sambil selalu menekankan bahwa tugas merekonstruksi harus dilakukan setelah analisis selesai. Murray tidak hanya menekankan secara umum pentingnya faktor-faktor lingkungan, tetapi secara khusus ia telah mengembangkan serangkaian konsep terinci yang dimaksudkan untuk mempresentasikan daya-daya lingkungan ini.

Dalam pandangan Murray, masa lampau atau sejarah individu benar-benar sama pentingnya seperti keadaan individu beserta lingkungannya di masa kini. Seperti psikoanalisis teorinya mengasumsikan bahwa peristiwa-peristiwa pada masa bayi dan masa kanak-kanak merupakan faktor-faktor yang menentukan tingkah laku orang dewasa. Kesamaan lain antara pandangan ini dan psikoanalisis ialah penekanan tentang pentingnya motivasi tak sadar dan perhatian yang mendalam pada laporan verbal individu yang bersifat subyektif atau bebas, termasuk khalayan-khalayannya.

Ciri khusus selanjutnya dari teori tersebut ialah tekanannya yang konsisten pada proses-proses fisiologis yang berkoeksistensi dan terjalin secara fungsional, yang mengiringi semua proses psikologis. Konsepnya tentang regnansi (regnancy) yang akan kita bicarakan nanti menyebabkannya selalu berorientasi pada otak sebagai locus atau pusat kepribadian dan semua bagiannya. Murray seringkali menekankan pentingnya penguraian secara terinci sebagai pendahuluan yang dibutuhkan sebelum orang memasuki perumusan teoritis dan penelitian yang kompleks.

Murray telah berusaha sungguh-sungguh untuk melakukan kompromi antara tuntutan-tuntutan kompleksitas klinis dan kesederhanaan dalam penelitian yang seringkali bertentangan. Ia telah merancang cara-cara untuk menggambarkan, sekurang-kurangnya sebagian keanekaragaman, tingkah laku manusia dan sekaligus ia juga memusatkan perhatian pada usaha menyusun langkah-langkah untuk variabel-variabel yang menduduki peranan sentral dalam bagan teoritisnya. Kedua tekanan ini secara wajar telah mempersempit jurang antara praktik klinis dan laboratorium psikologi.

Pengalaman penelitian dan pendidikan Murray dalam bidang biologi dan kedokteran menumbuhkan penghargaannya yang mendalam dan yang secara konsisten diperlihatkannya terhadap pentingnya faktor-faktor fisik dan biologis dalam tingkah laku. Pengalamannya dengan diagnosis medis nyata-nyata telah mengakibatkan kenyakinannya bahwa kepribadian secara ideal harus diperiksa oleh team yang terdiri atas sejumlah spesialis dan dalam pemeriksaan itu pernyataan dari subyek tentang dirinya sendiri harus benar-benar didengar. Perhatiannya terhadap taksonomi atau klasifikasi tingkah laku dan juga kenyakinannya bahwa penelitian yang cermat terhadap kasus-kasus individu adalah sesuatu yang hakiki demi kemajuan psikologi di masa mendatang juga sangat sesuai dengan latar belakang kedokterannya. Pengetahuannya yang luas tentang mitologi (1960) dan karya-karyanya telah memberinya sumber ide-ide yang tak pernah kering tentang manusia dan potensi-potensinya ke arah kebaikan dan kejahatan.

Struktur Kepribadian

Murray mencoba menjelaskan konsep-konsep Freud da Jung dalam hipotesis yang dapat di uji. Menurut Murray masa lalu, masa kini dan masa yang akan dating semuanya mempunyai bobot yang setara dalam menentukan tingkah laku. Sehingga motivasi tak sadar menjadi tidak terlalu penting. Kontruks id-ego dan superego masih di pakai, namun dengan pengertian yang berbeda.

Id                                : id sebagai gudang semua kecenderungan impulsive yang dibawa sejak lahir.

Ego                 : ego disini jauh lebih luas disbanding freud. Sebagai unsure rasional dari kepribadian, ego bukan hanya melayani, mengubah arah, dan menunda impuls id yang tak terima, tetapi ego juga menjadi pusat pengatur semua TL, secara sadar merencanakan tingkah laku, mencari danmembuat peluang untuk memperoleh kepuasan id positif.

Superego         :  Murray menekankan pentingnya pengaruh kekuatan lingkungan social atau kultur dalam kepribadian. Murray menolak pendapat Freud bahwa superego telah terkristalisasi pada usia 5 tahun. Menurutnya superego terus menerus berkembang sepajang hayat merefleksi pengalama manusia yang semakin dewasa semakin komplek dan canggih.

 Unit-Unit tingkah laku: Prosiding (Proceeding) dan Serial

Prosiding adalah interaksi yang waktunya terbatas antara individu dengan orang atau orang-orang lain, atau antara individu dengan obyek. proceeding adalah hal-hal yang kita amati, dan yang kita coba menggambarkannya dengan model-model, dan menjelaskannya hal-hal yang kita coba meramalkannya, fakta-fakta dengan mana kita menguji kejituan perumusan-perumusan kita. (Murray, 1915).Serial adalah serangkaian prosiding sehingga merupakan unit tigkah laku yang lebih panjang.

Meskipun dalam keadaan-keadaan tertentu kita bisa merumuskan proceeding dengan tepat, misalnya, suatu respon verbal berikut jawabannya, nmaun biasanya kita hanya bisa memberikan definisi yang sangat umum. Dalam konteks demikian Murray menyatakan bahwa ” Secara ideal lamanya suatu proceeding ditentukan oleh (1) permulaan, dan (2) penyelesaian, suatu pola tingkah laku yang secara dinamis penting.

Konsepsi bahwa satuan dasar bagi seorang psikolog berupa proceeding ini mencerminkan kenyakinan Murray bahwa tingkah laku tidak mungkin terlepas dari dimensi waktu. Jadi, proceeding merupakan kompromi antara keterbatasan praktis yang ditentukan oleh kepandaian dan teknik peneliti dan fakta empiris bahwa tingkah laku berada dalam dimensi waktu. Murray mengemukakan bahwa proceeding dapat digolongkan menurut apakah sifatnya internal ( melamun, memecahkan masalah, menyusun rencana dalam keheningan) atau eksternal ( berinteraksi dengan orang-orang atau obyek-obyek dalam lingkungan ). Proceeding eksternal memiliki dua aspek: aspek pengalaman subyektif dan aspek tingkah laku obyektif.

urutan proceeding yang terputus-putus namun terorganisasi secara terarah bisa disebut serial. Jadi suatu serial (misalnya persahabatan, perkawinan, karier di bidang bisnis ) merupakan satuan fungsional yang relatif panjang yang hanya dapat dirumuskan secara kasar. Orang harus membuat catatan-catatan tentang proceeding-proceeding yang penting sepanjang perjalanannya dan memperhatikan indeks-indeks perkembangan, berupa perubahan-perubahan disposisi, bertambahnya pengetahuan, bertambahnya kemampuan, peningkatan kualitas pekerjaan yang berhasil diselesaikan, dan sebagainya. Tidak satu pun proceeding dalam serial dapat dipahami terlepas dari proceeding-proceeding lain yang mendahuluinya serta tujuan-tujuan dan harapan-harapan si pelaku, cita-citanya di masa depan ( Murray, 1951).

Jadi, gambaran tingkah laku dalam bentuk serial-serial menjadi perlu karena proceeding-proceeding tertentu begitu erat berhubungan satu sama lain sehingga tidak mungkin menelitinya secara sendiri-sendiri tanpa merusakkan artinya secara keseluruhan.

Ordinasi, Ability, dan Prestasi

Ordinasi adalah proses mental tinggi yang dipakai seseorang untuk memilih rencana aksi untuk mencapai tujuan yang di inginkan dan menempatkan pilihan rencana itu ke dalam operasi. Murray menaruh minat pada abilitas dan prestasi serta memandang kualitas-kualitas ini sebagai bagian kepribadian yang penting. Komponen-komponen individu ini menjalankan fungsi sentral menjembatani disposisi-disposisi dengan tindakan serta hasil-hasil ke arah mana disposisi-disposisi ini ditujukan. Praktis dalam semua penelitian kepribadiannya subyek-subyeknya dikenai pemeriksaan mengenai berbagai bidang abilitas dan prestasi: fisik, mekanik, kepemimpinan, sosial, ekonomi, erotik dan intelektual.

Dinamika Kepribadian

Sumbangan Murray yang paling khas bagi teori psikologi adalah bahasannya tentang perjuangan, pencarian, keinginan hasrat dan kemauan manusia. Orang mungkin berkata bahwa pandangannya pertama-tama merupakan psikologi motivasi. Perhatian Murray pada keterarahan telah membawanya sampai pada sistem konstruk-konstruk motivasi yang dilukiskan secara paling kompleks dan teliti yang dapat ditemukan dalam kancah psikologi kontemporer. Perhatian-perhatiannya terhadap taksonomi terungkap dengan jelas di sini dalam klasifikasi yang dilakukannya dengan tekun dan mendalam tentang unsur-unsur tingkah laku manusia dipandang dari segi faktor-faktor penentu atau motif-motif yang melatarbelakanginya.

Dalam membahas teori motivasi Murray, kita akan mulai membicarakan konsep kebutuhan, yang sejak permulaan telah merupakan fokus usaha-usaha konseptualnya, disusul dengan pembicaraan tentang konsep-konsep sejenis, seperti tekanan, reduksi tegangan, tema, integrasi kebutuhan, tema kesatuan, dan regnansi. Akhirnya kita akan kembali pada konsepnya tentang nilai dan vektor yang saling berhubungan, yang merupakan perkembangan lebih baru dalam teorinya.

Reduksi Tegangan.

Meskipun perumusan konvensional ini disetujui Murray, namun ia berpendapat bahwa perumusan itu merupakan suatu gambaran yang tidak sempurna. Individu tidak hanya belajar memberikan respon sedemikian rupa untuk mereduksikan tegangan dan dengan demikian mengalami kepuasan, tetapi juga ia belajar memberikan respon sedemikian rupa untuk mengembangkan tegangan sehingga kemudian tegangan itu direduksikan, dan dengan demikian meningkatkan besarnya kepuasan lebih besar dari suatu kegiatan ialah melakukan tangsangan-rangsangan pendahuluan sebelum berhubungan.

Dalam kegiatan proses dan kebutuhan-kebutuhan modal, kepuasan sudah terkandung dalam kegiatan itu sendiri dan bisa sama kuatnya baik pada permulaan, pada pertengahan, maupun pada akhir kegiatan tersebut.

Murray menerima dalil bahwa manusia berbuat sedemikian rupa dengan maksud untuk meningkatkan kepuasan dan mengurangi tegangan. Akan tetapi, ini hanya merupakan suatu intensi atau kenyakinan pada pihak pelaku dan tidak selalu terbukti bahwa perbuatan yang diyakini oleh seseorang akan mereduksikan tegangan, dan menghasilkan kepuasan, pada akhirnya sungguh-sungguh berhasil dalam mencapai tujuan ini.

Kebutuhan

Kebutuhan adalah suatu konstruk ( fiksi disepakati atau konsep hipotetis) yang mewakili suatu daya pada bagian otak, kekuatan yang mengatur persepsi, apersepsi, pemahaman, konasi dan kegiatan sedemikian rupa untuk mengubah situasi yang ada dan yang tidak memuaskan ke arah tertentu. Kebutuhan kadang-kadang langsung dibangkitkan oleh proses-proses internal tertentu, tetapi lebih sering ( bila dalam keadaan siap ) oleh terjadinya salah satu dari sejumlah kecil tekanan yang secara umum efektif ( pengaruh-pengeruh lingkungan ). Jadi, kebutuhan menyatakan dirinya dengan mengarahkan organisme untuk mencari atau menghindari, atau apabila bertemu, mengarahkan perhatian dan memberi respon terhadap jenis-jenis tekanan tertentu. Setiap kebutuhan secara khas dibarengi oleh perasaan atau emosi tertentu akan memakai cara-cara tertentu, untuk meningkatkan kecenderungannya. Kebutuhan itu mungkin lemah atau kuat, bersifat sementara atau tahan lama. Tetapi biasanya ia bertahan lama dan menimbulkan serangkaian tingkah laku terbuka ( atau fantasi ) yang mengubah situasi permulaan sedemikian rupa untuk menghasilkan situasi akhir yang menenangkan ( meredakan atau memuaskan ) organisme.

Murray menyatakan bahwa adanya kebutuhan dapat disimpulkan dari: (1) akibat atau hasil akhir tingkah laku, (2) pola atau cara khusus tingkah laku yang bersangkutan, (3) perhatian dan respon selektif terhadap kelompok obyek stimulus tertentu, (4) ungkapan emosi atau perasaan tertentu dan (5) ungkapan kepuasan apabila akibat tertentu dicapai atau kekecewaan apabila akibat itu tidak tercapai.

Tekanan.

Dalam arti paling sederhana, tekanan adalah suatu sifat atau atribut dari suatu obyek lingkungan atau orang yang memudahkan atau menghalangi usaha-usaha individu untuk mencapai tujuan tertentu. Tekanan ada hubungannya dengan orang-orang atau obyek-obyek yang mempunyai implikasi-implikasi langsung terhadap usaha-usaha individu untuk memuaskan kebutuhannya. ” Tekanan suatu obyek ialah apa yang dapat dilakukan oleh obyek itu terhadap subyek atau untuk subyek, daya yang dimiliki oleh obyek untuk mempengaruhi kesejahteraan subyek, dengan cara tertentu. Jelas, kita akan tahu jauh lebih banyak tentang apa yang mungkin dilakukan individu, jika kita mempunyai gambaran bukan hanya tentang motif-motif atau kecenderungan-kecenderungannya, tetapi juga gambaran tentang cara bagaimana orang melihat atau menginterpretasikan lingkungannya. Inilah fungsi yang akan dijelaskan oleh konsep tekanan.

Penting membedakan antara nilai obyek-obyek lingkungan sebagaimana dipersepsikan atau diinterprestasikan oleh individu dan sifat-sifat dari obyek-obyek lingkungan itu sebagaimana terdapat dalam kenyataan atau sebagaimana disingkapkan oleh penyelidik obyektif. Tingkah laku individu sangat erat hubungannya dengan beta press, walaupun demikian penting menemukan situasi-situasi di mana terdapat perbedaan yang besar antara beta press yang merupakan sasaran reaksi individu, dan alpha press yang nyata ada.

Interaksi antara kebutuhan dengan tekanan :Tema

Ada macam-macam tema, mulai dari perumusan-perumusan sederhana tentang satu interaksi subyek-subyek sampai pada perumusan-perumusan yang lebih umum dan lebih kasar meliputi transaksi-transaksi yang lebih panjang, termasuk perumusan-perumusan yang menggambarkan kombinasi dari sejumlah tema sederhana. Tema sebagai, satuan analitik merupakan konsekuensi wajar dari kenyakinan Murray bahwa hubungan-hubungan antarpribadi harus dirumuskan sebagai satuan diadik. Jadi, teoritikus harus menggambarkan tidak hanya subyek yang merupakan fokus perhatian, tetapi juga harus menggambarkan secara lengkap sifat dari orang denga siapa subyek tersebut berinteraksi. Teoritikus harus memperlihatkan perhatian yang sama terhadap seluk beluk baik subyek maupun obyek untuk meramalkan interaksi-interaksi sosial yang konkret antara dua orang.

Disposisi tematis : Integrasi kebutuhan

Integrasi kebutuhan adalah ”disposisi tematis” yang mantap, kebutuhan untuk mengadakan bentuk interaksi tertentu dengan tipe orang atau obyek tertentu. Dalam keadaan-keadaan di mana integrasi kebutuhan ada maka timbulnya kebutuhan biasanya akan menyebabkan orang dengan cara yang semestinya mencari obyek lingkungan yang cocok dengan gambaran yang merupakan bagian dari integrasi kebutuhan.

Arah tingkah laku: nilai dan vector

Vektor-vektor meliputi penolakan, penerimaan, pemerolehan, konstruksi, konservasi, ekspresi, transmisi, pengusiran, pembinasaan, pembelaan, dan penghindaran. Nilai-nilainya meliputi tubuh, milik, autoritas, afiliasi, pengetahuan, bentuk estetik, dan ideologi. Dlam praktik dimaksudkan agar vektor-vektor dan nilai-nilai ini disusun dalam suatu matriks yang terdiri atas baris-baris dan kolom-kolom yang saling memotong sehingga setiap sel dalam matriks menggambarkan tingkah laku yang dihasilkan oleh suatu vektor khusus dalam rangka mengejar suatu nilai tertentu.

Regnan ( regnancy) : dasar fisiologi TL

Regnan adalah variable fisiologi yang menyokong semua fenomena psikologis, berujud proses yang saling tergantung yang merupakan konfigurasi- konfigurasi dominan dalam otak yang mengatur dan mengorganisir TL.

Perkembangan Kepribadian

Kompleks-komplek Kanak-kanak

Murray merumuskan dan memberikan spesifikasi kasar untuk mengukur lima kompleks: kompleks klaustral, kompleks oral, kompleks anal, kompleks uretral, dan kompleks kastrasi.

  • Kompleks-kompleks klaustral adalah sisa-sisa dari pengalaman selama berada dalam kandungan atau pernatal dari individu. Ciri-ciri Kompleks klaustral sederhana meliputi: kateksis terhadap klaustral, obyek-obyek yang bersifat memelihara atau yang bersifat keibuan, kematian, masa lampau, dan tidak mau berubah, kebutuhan akan sifat pasif, penghindaran dari bahaya, pengasingan diri, dan pertolongan.
  • Kompleks-kompleks oral adalah sisa-sisa dari pengalaman-pengalaman pemberian makan awal, dan lagi Murray mengemukakan tiga sub kompleks khusus, semuanya menyangkut mulut, tetapi masing-masing mengimplikasikan tipe kegiatan yang berbeda. Kompleks bantuan oral meliputi gabungan antara kegiatan oral dengan kecenderungan-kecenderungan untuk bersikap pasif dan dependen. Kompleks agresi oral merupakan gabungan antara kegiatan oral dan agresi dan menggejala dalam gerakan-gerakan oral secara otomatis. Kompleks penolakan oral meliputi meludah dan jijik terhadap kegiatan-kegiatan dan benda-benda oral.
  • Kompleks-kompleks anal berasal dari peristiwa-peristiwa yang diasosiasikan dengan buang air besar dan latihan buang air secara teratur. Kompleks penolakan anal meliputi diare dan kateksis terhadap kotoran dan selanjutnya menyangkut kebutuhan agresi, khususnya yang menyangkut ketidakteraturan dan pengotoran, atau pencorengan, teori anal tentang kelahiran, kebutuhan akan otonomi, seksualitas anal. Kompleks refensi anal berupa kateksis terhadap kotoran tetapi kateksis ini disembunyikan di belakang perasaan jijik, kesopansantunan dan reaksi negatif terhadap buang air besar.
  • Kompleks uretral tidaklah begitu penting. Mula-mula ia mengemukakan bahwa kompleks ini meliputi mengompol di tempat tidur, mengompol di celana, dan erotisme uretral.
  •  Kompleks kastrasi juga kurang diberi perhatian adalah tulisan awal Murray dibandingkan dengan tiga kompleks yang pertama. Ia mengemukakan bahwa kompleks itu harus diberi arti atau makna yang lebih terbatas daripada yang biasa diberikan oleh psikoanalisis.

 

Belajar

Faktor-faktor genetik tidak dapat diabaikan dalam pembahasan tentang belajar karena Murray yakin bahwa faktor-faktor tersebut bertanggung jawab atas timbulnya pusat-pusat kenikmatan dan ketidaknikmatan dalam otak. Belajar ialah menemukan apa yang menimbulkan kesenangan dan apa yang menimbulkan kesusahan bagi individu. Sumber-sumber hedonik dan anhedonik ini dapat diklasifikasikan dengan beberapa cara. Sumber-sumber itu dapat bersifat retrospektif, spektif, atau prospektif. Sumber-sumber di masa sekarang dapat diklasifikasikan menurut apakah mereka itu terutama terdapat dalam diri orang yang bersabgkutan, dalam lingkungan, atau dalam transaksi antar pribadi.

BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

……………………

Daftar Pustaka

Alwisol.2009.Psikologi Kepribadian.malang:UMM Press

www.psikologimania.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s