first love


Awal ku bertemu denganmu, itulah pertama kalinya aku benar-benar tertarik pada seseorang. Lomba LCT SMA 1 tahun 2008. Saat itu kau sedang tampil pensi ( pentas seni), awalnya ku tak memperhatikan tampila grop mu, tapi ketika kamu muncul pandanganku tertuju pada mu. Aku bertanya pada temanku siapa dirimu, dan dia hanya memberi tahu kamu anak dari sekolah yang bergandengan dengan sekolahku. Aku hanya mengetahui kau penyiar radio di Yos Fm. Dan setelah itu ku tak pernah tau lagi tentang dirimu.

Entah takdir atau bukan, aku bertemu lagi denganmu di acara yang di adakan oleh DKR dalam rangka perkemahan di jelok. Sebagai perayaan hari ulang tahun pramuka. Tanggal 9 bulan agustus, kita bertemu sebagai utusan dari sekolah kita masing-masing. Saat itu, hatiku benar-benar senang. Dan akhirnya ku tahu siapa namamu. Aku ditunjuk sebagai bendahara kegiatan, dan kamu sebagai sie kegiatan. Aku mencatat semua rencana yang kamu ucapkan untuk perkemahan nanti. Itulah awal dari kedekatan kita, saat perkemahan, sebuah kebetulan ataupun bukan, kita selalu berdua, menjadi satu pemikiran, satu tim, dan temapt saling curhat dalam evaluasi kegiatan. Aku benar-benar nyaman bersamamu. Kau membuatku kagum dan semakin ingin membuatku semakin dekat denganmu. Di akhir perkemahan, kau meberiku sebuah asduk yang kamu temukan di lokasi perkemahan. Aku menulis bulan dan namamu di asduk itu dan selalu ku pakai setiap kali kegiatan pramuka. Aku menjaga asduk itu seperti hidupku sendiri. Dalam hatiku, asduk ini adalah simbulmu, ketika aku memilikinya, kamu akan selalu disampingku.

Kita benar-benar menjadi dekat, saling mengolok satu sama lain, saling bercerita tentang diri kita. Terlintas terfikir dalam benakku untuk membuat  sebuah perjanjian tertulis denganmu. Benar saja, kamu setuju dengan ide gilaku itu. Perjanjian itu hanya akan mengikat kita sebagai sahabat, dan akan membuatmu selalu berada disisiku. Begitu egoisnya aku waktu itu. Dan entah apa alasanmu kamu menyetujuinya.

Temanku mengajakku untuk bergabung dalam organisasi prasbara. Awalnya aku berfikir mampukah aku bergabung dengan organisasi ini dengan keadaan fisikku yang sangat rentan sakit. Tapi mendengar kamu juga bergabung dalam organisasi itu, akhirnya aku mengalahkan ketakutanmu. Karena organisasi itu yang bisa membuatku selalu melihatmu. Di prasbara aku benar-benar merasakan merasakan solidiritas yang tinggi. Aku sengat senang bersama teman-teman baruku. Walau kamu sendiri tak begitu menunjukkan kedekatan kita sebenarnya dihadapan teman-temanmu.

Suatu ketika kamu bilang padaku kalau kamu akan ke luar kota untuk latihan kerja. Aku sangat khawatir tak akan melihatmu untuk beberapa bulan. Sebelum kamu berangkat, kitad berjanji untuk bertemu di tempat ku menunggu Line. Aku menunggumu selama dua jam saat itu, aku seperti orang hilang yang menunggu sesuatu yang tak pasti. Teman-temanku melihatku dan mengejekku. Kenapa aku mau saja menunggu kamu selama itu. Aku hanya tersenyum mendengar ejekan mereka. Aku hanya menyakini kamu akan datang. Dan kamu benar-benar  datang. Tapi saat itu, adzan jum’at sudah dikumandangkan, dan kamu menintaku untuk menunggumu lagi sampai jum’atan selesai. Yag benar saja, apa yang aku fikirkan saat itu. Aku masih menunggumu lagi. Tiga jam genap aku menunggumu. Dan kamu menemuiku tak lebih dari 15 menit. Hanya untuk berpamitan padaku. Kau membuat aku menunggu begitu lama, tapi kau tak meminta maaf sama sekali.

Aku berfikir kamu tak akan kembali selama tiga bulan, namun aku salah. Ssetiap minggu kamu kembali dan aku masih melihatmu di tempat latihan prasbara. Saat itu aku telat selama satu jam, karena masih ada kegiatan pemantapan di sekolahanku. Pengalamanku pertaman mencapai puncak gunung. Tanpa persiapan apapun. Hari itu aku benar-benar senang dan ingin berbagi cerita denganmu. Namun hari itu kau bersikap acuh padaku. Aku tak tahu kenapa, ketika aku mengirim cms padamu, kamu tak membalasnya. Ketika aku mencall kamu, kamu merijeknya. Aku benar-benar sedih saat itu. Padahal jarak kita tak ada tiga meter, tapi melihatkupun tak mau. Hujan yang begitu lebat membuat kita harus terhenti dan berada dalam satu pandangan. Aku melihatmu terus berbicara dengan teman-temanmu tanpa memandangku. Setelah hujan reda, aku tak meperdulikanmu dan pulang dengan perasaanku yang sedih. Sekilas aku melihatmu berjalan mengikutiku, namun kau terhenti dan mebiarkanku pergi begitu saja. Aku tak tahu apa kau benar-benar mengikutiku atau hanya kebetulan berjalan kerah yang sama. Aku naik Line dan tanpa kusadari air mataku jatuh begitu saja. Itu pertama kalinya aku menangis karena kamu. Dan akhirnya kamu meminta maaf kepadaku.

Buka bersama di bulan Ramadhan. Ini adalah bulan Ramadhan pertama yang ku lalui bersamamu. Buka bersama bersama di rumah teman SMA ku yang menjadi anggota perkemahan dulu.  Semua teman-teman sudah berkumpul di Kwarcab, hanya kamu yang belum datang. Aku meminta teman-teman untuk berangkat duluan, dan aku menunggumu dengan temanmu. Seperti kebiasaanmu, kamu selalu dating terlambat. Hari itu adalah malam pertama yang ku habiskan bersamamu dan teman-teman. Seperti biasa, kamu hanya mendekatiku ketika teman-teman tak ada. Begitu lebaran tiba kita mempunyai agenda untuk silaturrahmi kepada Pembina-pembina kita. Saat itu kita sedang menunggu ketua kita, mereka sangat terlambat. Hanya kita berdua yang meunggu. Kamu mengajakku untuk berkeliling ke sekolahanmu. Kamu menunjukkan semua ruangan yang ada disana. Ini pengalaman pertamaku masuk disekolahan yang bergandengan dengan sekolahanku. Sekolah yang ku anggap sebagai sekolah yang kotor dan dipenuhi anak nakal.  Namun kau mematahkan pendapatku. Aku benar-benar saat itu. Kau menujukkan dirimu jika tak ada orang lain.

Liburan semester tlah datang, liburan kali ini aku harus mengikuti kegiatan perkemahan sebagai syarat mutlak peresmian anggota prasbara. Keluargaku sangat khawatir aku mengikuti perkemahan ini, karena perkemahan diadakan selama seminggu. Aku menyakinkan mereka bahwa aku akan baik-baik saja, dan aku memiliki kamu disampingku hingga aku tak khawatir. Kamu membatuku banyak saat perkemahan. Bahkan ketika aku pingsan gara-gara makanan pedas yang senior paksakan untuk memakannya, kamu berada disampingku. Kau menjagaku hingga ku tertidur, kau menyuapiku saat ku benar-benar tak bisa untuk makan apapun. Kamu membuatku tertawa dengan leluconmu. Saat itu aku tak mau tidur dan memilih untuk duduk. Aku tak ingin kamu pergi jika aku tidur, hingga aku memilih untuk terjaga, walau menahan sakit.

Ternyata pengalam itu adalah keangan indah terakhir yang ku buat bersamamu. Semua berawal saat malam itu. Malam dimana kita diminta untuk menjadi pendamping dalam perkemahan sekolah lain. Kau bilang padaku, ada seorang cew yang memintamu untuk menjadi pacarnya. Aku terdiam saat kau mengatakan itu, aku melihat pancaran matamu yang menunjukkan respon. Aku hanya mampu memberimu saran sebagai sahabatmu. Itu terserah kamu. Ingin rasanya aku mengatakan “jangan”, namun punya hak apa aku mengucapkan kata itu. Mulutku terkunci rapat,dan aku pergi meninggalkanmu. Malam itu tak bisa aku tidur dengan nyenyak. Hatiku terasa hancur tak berkeping. Namun aku mencoba tuk tersenyum dihadapanmu. Bersama teman-teman, aku dating kerumahmu yang dekat dengan lokasi perkemahan. Ini pertama kalinya aku datang kerumahmu. Bukan diriku jika ku tak mampu berakting dihadapanmu. Aku bercanda dengan teman-teman. Dan membuatku lupa akan dirimu.

Aku berusaha untuk bersikap seperti biasa terhadapmu, walau aku tak tahan melihatmu, saat muncak, kamu benar-benar tega terhadapku. Kau menyita hp ku, dan kau menggunakannya untuk cms an dengan pacar barumu. Aku menahan diriku dan terus berakting didepanmu. Aku bersama teman-temanku melewati jalan setapak penuh dengan tawa. Dan aku lupa tentangmu.

Latihan minggu itu adalah latihan terakhir buatku di prasbara. Bukan karena latihan telah usai, namun karena tiba-tiba saja aku jatuh sakit dan harus diopname karena infeksi saluran ginjal. Aku melihat tanganmu gemetar saat kau menyuapiku. Aku hanya tersenyum melihatmu seperti itu. Hari itu seolah aku mersakan ketidak berdayaan pada tubuhku. Di puskesmas pertama aku dirawat hanya membuatku semakin memburuk hingga akhirnya aku dipindah kerumah sakit luar kota. Aku muntah semalaman. Dan membuat bundaku panic. Seminggu aku berada dirumah sakit itu. Melihat bunda yang begitu cemas saat merawatku. Melihat bunda yang sampai menangis saat merawatku, menyanyah hatiku. Aku sakit karenamu. Aku begini karna dirimu. Ku tahu kau menyadarinya, namun kau tetap terdiam.

Hari ulang tahunku, kau memberi surpraise bersama teman-tema dan mengerjaiku. Itu adalah ulang tahun terindah yang ku alami, namun setelah itu merupakan hari yang buruk buatku.

Ketika ku berkata jujur padamu dan menghancurkan harga diriku. Bukan bahagia yang ku dapat, namun luka yang semakin dalam. Kau bilang hatimu untukku, namun tubuhnya bersamanya. Satu tahun aku membiarkanmu, bahkan kau bilang untuk menunggumu, aku menunggumu. Bahkan ketika kau bilang sudah putus dengannya aku percaya padamu. Namun semua tak seperti yang kuharapkan. Ku sadar ketika temanku bilang kepadaku bahwa kau masih berpacaran dengannya. Aku tak mempercayainya, hingga aku bertanya sendiri padamu. Begitu bodohnya aku karena tlah mempercayaimu. Begitu naifnya diriku saat itu. Ketika ku meintamu untuk meilih, kau tak bisa memilih antara aku dan dia. Dan hebatnya lagi kau menceritakan semau padanya tentang diriku yang suka padamu. Hanya keterlambatan yang ku peroleh. Hiingga dia menganggapku orang ketiga dan perusak hubungan orang lain. Seberapa hina kau menganggapku, hingga kau mengatakan padanya tentang ku yang menyatakan suka padamu dulu. Setidaknya perkataan itu hanya aku dan kamu yang tau. Tak seharusnya kau mencerikan pada orang lain. Kau benar-benar melukai harga diriku. Andaipun kau tak bisa bersamaku, tak seharusnya kau menceritakan semua pada pacarmu. Kau benar-benar orang yang jahat.

Kita tak salig berhubungan satu sama lain selama tiga bulan. Setiap malam aku manangis, hingga membuat mataku bengkak. Teman-temanku menjagaku dan menghiburku. Dan sahabatmu juga ikut menghiburku. Ketika ku terjatuh karenamu, mereka yang memapahku. Setelah beberapa saat kita berbaikan, namun aku tak bisa seperti dulu lagi. Sahabatmu yang dekat denganku akhirnya menjadi pacarku. Dia tahu ku tak mencintainya, namun dia tetap berada disisiku. Aku melukainya, dan itu adalah kesalahan terbesar yang kulakukan.

Genap setahun setelah peristiwa itu. Aku memberi kesempatan kepadamu lagi.ketika kau tak lagi terikat dengan orang lain, kau kembali. Namun tetap sma, kau tak berubah sama sekali. Kau hanya bersikap hangat jika tidak ada temanmu.  Dan tak menganggapku ada saat bersama tema-temanmu. Aku tak mengerti jalan pemikiranmu.aku muak. Hingga aku membencimu. Ketika ku menemuka seseorang yang ku suka selain kamu, kamu dating diantara kami, dan membuatku bimbang. Kamu membuat pilihan yang sama seperti pilihan yang aku berikan padamu dulu. Benar saja karena aku memilih dia disbanding kamu. Aku telah beberapa kali memberimu kesempatan untuk mengobati hatiku yang kau lukai, namun kau menyia-nyiakannya. Karena kedatangan kamu, aku kehilangan orang yang pertama kali membuatku sadar betapa berharganya aku. Seseorang yang membuatku tahu, cinta yang dulu ku punya kepadamu, hanya cinta yang melukai. Ketika aku bersikap tegas terhadapmu, dia meninggalkanku karena kedatanganmu. Ketika itu aku sadar, betapa egoisnya aku, betapa jahatnya aku karena telah melukai hati orang yang tak bersalah karenamu.

Semua kejadian yang ku lalui karenamu. Membuat hatiku sakit. Aku mengeraskan hatiku, aku mengeraskan karakterku,dan yang paling parah, aku membunuh perasaanku terhadap orang lain. Aku benar-benar tak bisa memafkanku, karena kau telah mengubahku menjadi devil, dan kehilangan diriku yang dulu.

cinat pertama mang berkesan, namun tak selamanya cinta pertama itu indah…

 

cerita diambil dari penyalaman pribadi nara sumber berinisial “I”

semoga bermanfaat…………

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s