Artikel Tema : Homoseksual


200150957-001

 

Ego Vs Norma ?

“kami hanya sedikit berbeda dari manusia pada umumnya.

kami tidak sakit, dan kami juga seorang manusia yang berhak  dihargai, diakui keberadaannya.

Kami bukan manusia aneh maupun hina.

Kami hanya manusia  biasa yang memiliki sedikit perbedaan dari manusia pada umumya.

Yang membedakan kami dengan kalian adalah kami menyukai sejenis dan kalian menyukai lawan jenis.”

Uraian diatas setidaknya menggambarkan perasaan yang dialami seorag homoseksual dikalangan umum/ masyarakat. Homoseksual adalah usaha untuk memenuhi kebutuhan normal dalam mendapatkan kasih sayang, penerimaan dan identitas, melalui keintiman seksual dengan orang yang berjenis kelamin sama (Andrew Comiskey.diposkan pada 6 Juli 20012).

Homoseksual bukanlah hasil dari penciptaan yang telah dilakukan oleh Tuhan. Sangat banyak penelitian telah dilakukan untuk melihat potensi genetis maupun peran hormon sebagai penyebab homoseksualitas. Tidak satu pun yang terbukti. Penelitian masih berlanjut, dan hampir semua ahli menunjukkan bahwa berbagai hal yang mempengaruhi itu adalah budaya, asal muasal keluarga, faktor biologis, dan reaksi seseorang terhadap pengaruh pengaruh yang ada.(Andrew Comiskey.diposkan pada 6 Juli 20012). Seperti yag dikatakan oleh Zoya Amirin pada seminar nasional pada tanggal 1 Desember 2012 di UIN Malang. Beliau mengatakan bahwa Homoseksual secara klinis adalah normal, namun secara norma, homoseksual dikatakan menyimpang. Dikatakan menyimpang karena tidak biasa ataupun tidak seperti pada manusia umumnya. Bagi sebagian masyarakat homoseksual merupakan sebuah penyalahan kodrat dari tuhan.

Dalam modernitas Barat, menurut berbagai penelitian, 2% sampai 13% dari populasi manusia adalah homoseksual atau pernah melakukan hubungan sesama jenis dalam hidupnya. Sebuah studi tahun 2006 menunjukkan bahwa 20% dari populasi secara anonim melaporkan memiliki perasaan homoseksual, meskipun relatif sedikit peserta dalam penelitian ini menyatakan diri mereka sebagai homoseksual ( Wikipedia, diunduh pada 24 November 2012). Yang menjadi Pertanyaannya adalah, Apakah ini kesalahan mereka karena telah menjadi seorang homoseksual?.

Dilihat dalam berbagai sudut, Homoseksual merupakan hal yang salah dan melanggar norma yang ada. Kita tahu dalam proses pembuatan manusia baru, harus ada sel sperma dan juga sel telur yang di dapat dari manusia dengan gender yang berbeda. Ketika mereka memutuskan untuk menjadi homoseksual, itu berarti mereka telah memutuskan tali rantai kehidupan manusia. Ketika seseorang memutuskan untuk menjadi homoseksual dengan mengatas namakan hak asasi manusia, walaupun mereka tahu itu bertentangan dengan norma, maka yang terjadi hanyalah pemenuhan ego belaka. Penggunaan hak asasi yang tidak sejalan dengan moral akan menimbulkan kekacauan. Hidup adalah membuat keputusan, dan keputusan itu adalah bagaimana mengalahkan ego pribadi.( “ Homoseksual: Takdir atau Pilihan Hidup?” yang diposkan pada  23 September 2010 | 20:43). Manusia hidup dengan berbagai pilihan dan juga resiko. Setiap manusia memiliki hak untuk memilih kehidupan yang ia inginkan, namun ketika pilihan yang kita pilih bertentangan dengan norma yang ada, itu bukan menjadi pilihan yang tepat. Hak asasi manusia bukanlah suatu hal yang bisa kita gunakan dengan seenaknya. Jika hak asasi digunakan sesuai dengan keinginan seseorang tanpa melihat norma-norma yang telah disepakati bersama. Maka hak asasi itu hanya akan menghancurkan kedamaian yang telah tercipta.

lalu apa yang harus dilakukan oleh para Homoseksual?

Homoseksual sama halnya dengan kecanduan obat-obatan terlarang. Selain melanggar norma, juga merugikan diri mereka sendiri. Dalam sebuah penelitian terhadap 120.000 orang di California, Amerika Serikat. Pria penyuka sesama jenis diketahui lebih rentan menderita kanker dibandingkan dengan pria yang heteroseksual. Penelitian yang dimuat dalam jurnal Cancer ini dilakukan berdasarkan survei California Health Interview yang dilakukan tahun 2001, 2003 dan 2005. Sekitar 3.690 pria dan 7.252 wanita yang diinterview pernah didiagnosa kanker dalam hidupnya. Dari total 122.345 responden yang disurvei, 1.493 pria dan 918 wanita menyatakan dirinya penyuka sesama jenis dan 1.116 wanita adalah biseksual. Pria gay dua kali lebih besar berpotensi untuk didiagnosa kanker. Sementara wanita yang lesbian pada umumnya memiliki kesehatan yang buruk. Dr.Boehmer mengatakan wanita lesbian dan biseksual pada umumnya lebih stress dibanding wanita heteroseksual. “Secara psikologis mereka lebih tertekan akibat perlakuan diskriminasi, kekerasan dan juga prasanga lingkungan sekitarnya,” katanya. Selain itu Dr.Boehmer juga mengatakan pria yang homoseksual berpotensi tinggi terkena HIV dibanding dengan pria yang heteroseksual (kompas.com). dampak kesehatan para Homoseksual sangat jelas di uraikan diatas. Bagaimana para homoseksual memiliki potensi tinggi terkena kanker dan HIV.

Homoseksual bisa disembuhkan layaknya seorang yang kecanduaan obat-obatan. Mungkin akan sangat sulit untuk bisa sembuh dari perilaku homoseksual. Namun tidak menutup kemungkinan untuk sembuh. Sudah banyak para homoseksual yang bisa sembuh dari perilaku homoseksualnya dengan usaha dan keinginan yag kuat. Salah satu contohnya adalah Ruben (Artis Indonesia yang pernah bermain senetron “ Ku Telah Jatuh Cinta”) sekarang dia sudah tertarik pada lawan jenisnya. Dan meninggalkan perilaku homoseksualnya. Jadi kesimpulannya, Homoseksual bisa disembuhkan. Lalu kenapa kita harus memilih untuk menjadi homoseksual jika kita bisa menjadi manusia normal seperti yang lainnya. Memilih jalan hidup yang tepat adalah memilih jalan yang sesuai dengan diri kita namun tidak menyimpang pada norma-norma yang ada.

 

By: fara_kyu

 

Referensi

Homoseksual: Takdir atau Pilihan Hidup?OPINI | 23 September 2010 | 20:43 Dibaca: 1592 Komentar: 143 3 inspiratif.

http://www.psikologi.com

 

http://id.wikipedia.org/wiki/Homoseksual (Diakses pada hari Sabtu, 24 November 2012, pukul 17.53 WIB)

www.kompas.com

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s