Ketika Kami Kehilanganmu


Copy of 6b

Saat itu aku berumur sekitar  9 tahunan. Aku duduk dibangku kelas 4 SD. Cerita ini bukan tentang diriku, namun tentang kenangan yang menjadi kenangan yang tak terlupakan untuk Keluargaku.

Aku adalah anak terakhir dari 6 bersaudara. Aku paling manja diantara saudara-saudaraku, secara aku adalah anak ragil. Sangat terekam jelas di ingatanku peristiwa saat itu.  Kakakku no 3, dia kakak yang paling manjain aku, kakak yang sangat sayang terhadap adik-adiknya.  Dia sakit dan dirawat dirumah sakit.  Kabarnya dia terkena Hepatitis B. ini cerita saat terakhir nafas terakhirnya.

Aku, dan kedua kakak perempuanku (Kak Nurul dan Kak Lisa) ditinggal sendiri oleh orang tua kami, karena ayah dan Bunda harus menjaga kak Erni di Rumah sakit. Aku sudah bertekad bahwa besok aku harus ke rumah sakit menjenguk Kak Erni. Di Usiaku yang masih sekecil itu aku berani nekat untuk pergi ke rumah sakit. Tekatku sudah bulat saat itu. Kak Lisa menanyakan rencana ku dan menanyakan bagaimana aku bisa ke rumah sakit? Karena dia juga ingin menjenguk Kak Erni. Malam itu berjalan seperti biasa tanpa ada firasat apapun dihatiku (mungkin karena aku masih kecil). Aku, Kak Nurul dan Kak Lisa sedang asyik nonton Film India yang sedang di perankan oleh Syahruk Khan. Lagu Meremehbuba. Saat lagu itu selesai, Bibi ku datang dengan panic dan menghampiri kami. Sebelum Bibi mengatakan yang sebenarnya, Kak Lisa sudah menebak dan menangis keras. Begitu juga dengan Kak Nurul. Aku yang masih kecil tak mengerti apa-apa, hanya tau kalau kakakku meninggal dunia. Pengumunan kematian Kak Erni Pun di umumkan di Masjid. Pengumuman itu sangat melekat ditelingaku. Dan aku selalu ketakutan ketika mendengar siaran kematian yang senada waktu itu.

Semua datang berbondong ke rumahku. Tangisan kami tak terhenti. Aku di peluk oleh Kak Mardiah (sepupu) yang mencoba menenagkan tangisku. Kak Lisa dan Kak Nurul tak berhenti menangis, dan itu yang membuatku juga tak berhenti menangis.

Tak beberapa lama, bunda,ayah dan Kak Nur datang. Bunda dan Ayah di tempatkan diruangan terpisah. Ayah sempat masuk angin, dan tubuh Bunda lemah tak bertenaga. Kak Nur menghampiri kami bertiga. Kami berpelukan  dan menangis bersama. Saudara-saudara dari jauh yang melihat kami, ikut menangis melihat kami menangis.

Jenazah Kak Erni dibawa pulang dan dimandikan. Aku melihat tubuh Kakakku yang disirami dengan air dingin dimalam hari. Kak Nur mencium kening Kak Erni saat itu. Setelah Jenazah Kakak dimandikan da di Kafani, Kami mensholatkannya, ini pertama kalinya aku ikut dalam sholat Jenazah.

Tak ada yang tidur malam itu. Kami sekeluarga luput dalam kesedihan kami. aku berada dipelukan bunda, meskipun aku disuruh tidur,tapi aku tak bisa tidur. Melihat bunda ku yang tak berday dan sedih, aku tak bisa berbuat apa-apa. Kalimat yang ku ingat saat aku didekatkan dengan bunda dan saat bunda mencium keningku “ wis suwe gak turu karo ibu yo” ( dah lama gak tidur ma bunda ya). Aku hanya diam dan melihat bundaku menangis. Jelas saja bunda berkata seperti itu, karena sudah seminggu aku tidak melihat bunda dan tidak tidur denga bunda.

Pagi menyapa kedukaan kami, dan aku masih didekat bunda. Orang-orang semakin banyak yang datang kerumah kami. teman-temanku juga datang, dan aku bermain dengan mereka. Dan sedikit mendratisir aku menceritakan soal kakakku yang meninggal. Aku melupakan dukaku saat bersama teman-temanku. Dan aku kembali menagis saat jenazah kakak mau dikuburkan. Aku ikut ikut dalam pemakanan itu. Saat jenazah kakak dimasukkan keliang kubur, aku ingin melihat wajahnya. Kata Kak Nur, wajahnya akan dibuka sebelum ditutup. Tapi tidak. Wajahnya tidak dibuka sama sekali. Aku kecewa, sangat kecewa. Kenapa wajahnya tidak dibuka, padahal aku ingin melihat wajah kakakku yang terakhir kalinya..

Dirimu adalah bagian dari keluarga, tanpa hadirmu disisi kami, kami kosong bagai bumi tanpa mentari.. kami mencintaimu kakakku tersayang. damailah disisi Ilahi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s